kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Urban Agrofarm Makassar Gandeng Pasar Tradisional untuk Atasi Sampah Organik

Urban Agrofarm Makassar Gandeng Pasar Tradisional untuk Atasi Sampah Organik
Urban Agrofarm di Toddopuli Kota Makassar (Dok: Ist)

KabarMakassar.com – Upaya mengurangi timbulan sampah kota terus menemukan jalan baru. Salah satunya melalui inisiatif pengumpulan sampah organik yang dilakukan oleh Urban Agrofarm milik H. Sulaiman di Jalan Toddopuli Raya, Makassar.

Sejumlah pasar tradisional kini mulai rutin mengirimkan sisa sayuran, buah, hingga jeroan ikan untuk diolah menjadi pakan maggot.

Sampah organik yang biasanya menumpuk di TPS atau berakhir di TPA Antang, kini justru dialirkan ke pusat pengelolaan yang lebih produktif.

Sulaiman menyebut, keberadaan pasar tradisional menjadi sumber utama yang bisa menjamin ketersediaan bahan baku. Namun, ia menegaskan bahwa pemilahan sampah menjadi kunci utama keberhasilan program ini.

“Kalau sampah dipilah dengan baik, proses penggilingan dan fermentasi akan lebih mudah. Tapi kalau tercampur dengan plastik atau limbah lain, justru akan menyulitkan,” jelas Sulaiman, Rabu (27/08).

Dengan kontribusi rutin dari pasar, Urban Agrofarm berpeluang tidak lagi mendatangkan sampah organik dari luar daerah. Kondisi ini akan memangkas biaya logistik sekaligus mempercepat siklus pengolahan.

“Kalau seluruh pasar bisa menyuplai secara konsisten, Makassar akan punya ekosistem sirkular sampah sendiri,” tambahnya.

Namun, keberhasilan model ini tidak hanya bergantung pada volume pasokan, melainkan juga pada keberlangsungan budidaya maggot. Sulaiman memberi peringatan, jika maggot gagal berkembang, maka seluruh rantai produksi bisa terhenti.

“Kalau maggot tidak berkembang, maka sampah hanya akan membusuk percuma dan produktivitas tidak bisa berjalan,” tegasnya.

Program ini sekaligus membuka ruang diskusi soal tata kelola sampah kota. Dengan timbulan harian Makassar yang mencapai 1.300 ton, kontribusi pasar tradisional dalam pemilahan organik dapat menjadi solusi signifikan. Namun, keterlibatan pemerintah, pedagang, hingga masyarakat masih sangat dibutuhkan.

Urban Agrofarm diyakini bisa menjadi contoh model pengelolaan berbasis ekonomi sirkular, sampah pasar tidak berakhir di TPA, melainkan kembali ke ekosistem pertanian kota.

“Jika dikelola serius, Makassar berpeluang mempercepat target sebagai kota yang lebih hijau, mandiri pangan, sekaligus berkelanjutan,” pungkasnya.

error: Content is protected !!