KabarMakassar.com — Fakultas Pascasarjana Universitas Fajar (Unifa) bersama Lembaga Penjaminan dan Pengembangan Mutu Internal (LP2MI) melaksanakan kegiatan benchmaking ke Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Senin (28/04). Kegiatan ini bertujuan mempersiapkan akreditasi dan meningkatkan mutu akademik di lingkungan Pascasarjana Unifa.
Benchmaking difokuskan pada pengelolaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI), serta peningkatan mutu akademik pada Program Studi Magister Manajemen, Magister Rekayasa Infrastruktur Lingkungan, dan Magister Ilmu Komunikasi.
Delegasi Unifa dipimpin oleh Dekan Fakultas Pascasarjana, Dr. Ir. Mujahid, SE., MM., M.I.Kom, didampingi Wakil Dekan sekaligus Plt Kaprodi Magister Rekayasa Infrastruktur Lingkungan, Dr. Sri Gusty, S.T., M.T., Kaprodi Magister Ilmu Komunikasi, Dr. Andi Vita Sukmarini, S.I.Kom., M.I.Kom, Kaprodi Magister Manajemen, Dr. Nurmadhani Fitri Suyuti, SE., M.Si., serta Ketua LP2MI Unifa, Dr. Ir. Muhammad Chaerul, S.T., S.KM., M.Sc., IPM.
Rombongan Unifa disambut langsung oleh Ketua Badan Penjamin Mutu (BPM) UII, Dr. Rina Mulyati, S.Psi., M.Si, bersama Kabid AMI, Elyza Gustri Wahyuni, S.T., M.Cs., dan Kabid Analisa Data, Andhika Giri Persada, S.Kom., M.Eng.
Dalam sambutannya, Dr. Rina Mulyati menjelaskan perjalanan panjang BPM UII dalam membangun sistem penjaminan mutu yang andal.
“Semua beranjak dari nol, dengan pengelolaan data manual dan perencanaan yang matang, ditopang oleh dukungan kebijakan universitas. Kini BPM mampu memfasilitasi kebutuhan fakultas, jurusan, hingga akreditasi program studi,” jelasnya.
Ketua LP2MI Unifa, Dr. Muhammad Chaerul, mengungkapkan bahwa kegiatan benchmaking ini diharapkan memperkuat mutu dan relevansi program Pascasarjana Unifa. Selain itu, juga untuk memperluas akses pendidikan bagi mahasiswa dan mengoptimalkan kinerja program studi dalam menghadapi proses akreditasi.
“Kami berharap melalui benchmaking ini, pengelolaan SPMI dan pelaksanaan AMI di Unifa semakin baik dan diterima di seluruh unit,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, kedua universitas sepakat untuk saling bertukar pengalaman dan praktik terbaik dalam pengembangan program pascasarjana yang berkualitas serta membangun sistem penjaminan mutu yang inklusif.














