KabarMakassar.com — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Makassar mulai mengakselerasi persiapan menghadapi Pemilu 2029 dengan membuka rekrutmen calon legislatif (caleg) lebih dini.
Langkah ini dibarengi konsolidasi internal melalui agenda halal bihalal pasca Ramadan dan Syawal.
Ketua DPD PKS Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso, menyebut kegiatan halal bihalal tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi sarana memperkuat soliditas kader hingga level keluarga.
“Kami akan menggelar halal bihalal bersama kader dengan konsep silaturahmi dan family gathering, agar hubungan antar keluarga kader semakin kuat,” ujarnya, Rabu (01/04).
Di sisi lain, PKS Makassar mulai memanaskan mesin politik lebih awal dengan menyiapkan strategi menghadapi kontestasi 2029. Salah satu fokus utama adalah penjaringan bakal caleg di setiap daerah pemilihan (dapil).
“Tahun ini kami fokus mencari nama-nama kandidat di tiap dapil. Proses pencalegan dini sudah berjalan, bahkan beberapa nama sudah mendaftar,” jelasnya.
Ia mengakui, dinamika regulasi terkait wacana perpanjangan masa jabatan anggota DPRD masih belum memiliki kejelasan teknis. Meski demikian, PKS memilih tetap bergerak menyiapkan kekuatan politik sejak dini.
“Kami belum mendapatkan kejelasan detail soal skema setelah 2029, tapi persiapan tetap berjalan agar mesin partai siap,” tegas Andi Hadi.
Selain rekrutmen, PKS juga menitikberatkan pada penguatan kaderisasi dan pelayanan publik sebagai basis elektoral. Menurutnya, mesin partai harus dihidupkan dari sekarang agar tidak bekerja terlalu berat saat memasuki tahun politik.
Tak hanya membuka ruang bagi kader baru, PKS Makassar juga mengkaji posisi kader lama, termasuk anggota DPRD yang telah menjabat dua periode.
“Kami sedang mengkaji secara strategis, apakah mereka tetap ditempatkan atau digeser, dengan mempertimbangkan dampak dan peluang penambahan kursi,” ungkapnya.
PKS menargetkan penambahan kursi di DPRD Makassar dengan strategi menjaga basis lama sekaligus memperluas wilayah baru.
“Semua langkah ini diharapkan membuat mesin politik partai bekerja lebih efektif dan terukur saat memasuki Pemilu 2029,” tukasnya.














