kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

ST Fatimah Kupas Trik Mendongeng Bersama Anak Berkebutuhan Khusus

KABARBUGIS.ID – Setiap anak tentu suka dan senang mendengarkan cerita, hal tersebut diungkapkan seorang guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), St. Fatimah seusai mendongeng di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Sinjai pada Selasa, 2 Agustus kemarin. 

Secara umum, teknik mendongeng untuk anak-anak pada umumnya dan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) sama saja, akan tetapi terkhusus ABK, Fatimah menyampaikan ia menyesuaikan dengan kebutuhan anak, memperbanyak interaksi dan memberikan apresiasi lebih kepada ABK dalam bentuk ucapan juga sentuhan.

"Sebenarnya tergantung dari ABK-nya, misalnya tunarungu atau tuli biasanya mendongeng dengan bantuan bahasa isyarat, secara garis besar dari semua audiens yang ada itu lebih banyak yang mampu menangkap, jadi saya hanya menceritakan dongeng sederhana tetapi bermakna dan lebih banyak berinteraksi dan memberikan apresiasi langsung berupa ucapan kata-kata anak hebat, anak luar biasa, anak keren dan sentuhan dibagikan kepala anak misalnya," jelasnya melalui sambungan seluler kepada KabarBugis.id, Selasa (2/8) malam.

Fatimah mengaku meski sebelumnya merasa khawatir karena momen tersebut menjadi pengalaman pertamanya bercerita untuk ABK namun ia tak pernah menyangka bahwa imajinasi ABK lebih tinggi, cukup memahami cerita, interaksi lebih hidup dan antusias saat mendengar cerita.

"Saya merasa was-was sebelumnya, setelah berjalan saya senang dan bahagia itu karena apa yang saya ceritakan mereka Paham dan malah saya melihat untuk anak-anak imajinasi mereka lebih tinggi, namun kendalanya saya kadang mendapatkan respon agak lambat terkhusus untuk anak yang memiliki IQ rendah," katanya.

Lanjut, Fatimah mengatakan sebelum memberikan edukasi melalui dongeng, terlebih dahulu hendaknya membangun ikatan batin agar anak-anak merasa dekat dan terlindungi.

"Kita kan orang baru, orang pertama dilihat jadi harus membangun dulu hubungan batin kepada Anak-anak biar mereka merasa bahwa kita ini bukan orang asing, kita seperti teman, seperti ibunya agar mereka merasa terlindungi dan tidak merasa takut," tutupnya.

error: Content is protected !!