KabarMakassar.com — Siswa kelas 10 SMA Bosowa School Makassar menunjukkan kreativitas dan kepedulian mereka terhadap lingkungan melalui kegiatan pembuatan lilin aromaterapi dari limbah minyak jelantah, Kamis (4/12)
Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran Kimia Terapan dan mendukung gerakan Zero Waste yang sedang diimplementasikan di sekolah.
Dalam proses pembelajaran, siswa memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan dasar yang diolah dan dibersihkan, kemudian dicampur dengan base candle dan essential oil untuk menghasilkan lilin aromaterapi yang memiliki aroma relaksasi.
Adapun pilihan aroma yang digunakan antara lain sandalwood, vanilla, dan freesia.
Tujuan kegiatan ini tidak hanya untuk mengasah keterampilan praktis siswa, tetapi juga menumbuhkan kesadaran mengenai pengolahan limbah rumah tangga agar lebih bermanfaat dan tidak mencemari lingkungan.
Guru mata pelajaran Kimia SMA Bosowa School Makassar, Sulistiani Jarre menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar siswa memahami konsep reaksi kimia dalam kehidupan sehari-hari melalui pendekatan project-based learning.
“Kami ingin siswa sadar bahwa banyak limbah yang sebenarnya bisa dimanfaatkan kembali. Dengan mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi, mereka tidak hanya belajar mengenai konsep kimia, tetapi juga menerapkan nilai keberlanjutan dalam kehidupan,” jelasnya.
Hasil karya siswa berupa lilin aromaterapi ini akan dipamerkan dalam Exhibition Program pada tanggal 19 Desember nanti yang direncanakan untuk dijual sebagai bagian dari projek kewirausahaan dalam menumbuhkan kecerdasan ekologis serta jiwa inovatif.
Melalui kegiatan ini, SMA Bosowa School Makassar berharap dapat menginspirasi siswa untuk terus berinovasi dan mengambil peran dalam menjaga lingkungan melalui tindakan yang sederhana namun berdampak.














