KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) tancap gas mengejar target ambisius produksi 1 juta ton Gabah Kering Panen (GKP) sepanjang tahun 2026.
Kunci utamanya dalam merealisasikan ambisi tersebut dengan penerapan indeks pertanaman (IP) 300 atau tiga kali tanam dalam setahun yang kini mulai dimatangkan di 11 kecamatan.
Langkah ini ditegaskan dalam rapat koordinasi lintas sektor yang dipimpin Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Andi Patahangi. Pemkab memastikan seluruh instrumen pendukung mulai dari benih hingga irigasi dipersiapkan lebih awal agar target tidak meleset.
“Program IP 300 ini bukan sekadar wacana. Ini strategi utama untuk menggenjot produksi hingga tembus 1 juta ton,” tegas Andi Patahangi, Kamis (26/03).
Program tersebut merupakan turunan langsung dari hasil Musyawarah Tudang Sipulung yang telah ditetapkan melalui Keputusan Bupati Sidrap Nomor 119/II/2026. Dalam skema ini, sebanyak 19.600 hektare lahan disiapkan untuk IP 300 dari total potensi sekitar 53 ribu hektare sawah.
Dari sisi hulu, pemerintah daerah menggandeng Kementerian Pertanian untuk menjamin ketersediaan benih unggul. Penangkaran benih super genjah bahkan telah disiapkan seluas 200 hektare sebagai sumber utama untuk masa tanam ketiga.
“Kami siapkan benih super genjah agar siklus tanam lebih cepat. Ini akan digunakan pada MT III, sekitar September hingga Desember 2026,” ungkap Kabid Tanaman Pangan, Arif Gunawan.
Di sektor hilir, dukungan irigasi menjadi perhatian serius. Dinas PSDA telah menyusun skema distribusi air yang difokuskan pada wilayah prioritas IP 300 agar tidak terjadi kekeringan saat puncak musim tanam.
“Kami pastikan pengaturan air optimal, terutama di titik-titik yang menjalankan IP 300,” kata Kepala Dinas PSDA, Andi Safari.
Optimisme juga datang dari kalangan petani. Ketua KTNA Sidrap, H. Samad, menyebut pengalaman tahun sebelumnya menjadi bukti bahwa program ini realistis. Gangguan hama seperti tikus dan burung pipit dinilai masih dalam batas aman dan tidak berdampak signifikan terhadap hasil panen.
“Tidak perlu ragu. Kalau dikerjakan dengan sungguh-sungguh, hasilnya pasti maksimal. Kita sudah buktikan sebelumnya,” ujarnya.
Diketahui, selain memburu target produksi, Sidrap juga bersiap unjuk kekuatan di ajang Pekan Nasional (PENAS) KTNA 2026 di Gorontalo. Sekitar 100 delegasi akan dikirim, terdiri dari petani, penyuluh, hingga unsur pemerintah daerah.














