kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Syahrum Ingatkan Pegawai PDAM Makassar Tak Setengah Hati Kerja: Konsumen itu Raja

Syahrum Ingatkan Pegawai PDAM Makassar Tak Setengah Hati Kerja: Konsumen itu Raja
Plt Direktur Utama PDAM Makassar, Andi Syahrum Makkuradde (Dok: Sinta Kabar Makassar).

KabarMakassar.com — Plt Direktur Utama PDAM Makassar, Andi Syahrum Makkuradde, menyoroti rendahnya disiplin dan kualitas pelayanan pegawai menyusul banyaknya laporan masyarakat yang masuk, terutama terkait layanan pelanggan.

Diketahui, Andi Syahrum di tunjuk Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin untuk mengantikan posisi Hamzah sebagai Plt Dirut PDAM Makassar karena masa tugas telah berakhir.

Menurut Syahrum, keluhan warga menjadi indikator bahwa sistem kepegawaian belum berjalan optimal. Ia menegaskan, kunci utama perbaikan perusahaan terletak pada perubahan sikap dan kinerja pegawai di lapangan.

“Bagaimana masyarakat mau dilayani dengan baik kalau pegawainya tidak bisa senyum? Padahal konsumen itu raja. Tingkat kinerja perusahaan itu sejalan dengan kinerja pegawai, itu rumus,” tegasnya, Selasa (21/04).

Ia bahkan membandingkan standar pelayanan dengan sektor perbankan yang tetap mengedepankan profesionalisme dalam kondisi apa pun.

“Di bank itu, walaupun ada masalah pribadi, tetap datang kerja dengan senyum. Di sini, belum apa-apa sudah tidak ramah. Ini yang harus dibenahi,” ujarnya.

Syahrum juga mengingatkan bahwa kesejahteraan pegawai berbanding lurus dengan kinerja yang ditunjukkan. Ia meminta seluruh jajaran tidak bekerja setengah hati jika ingin perusahaan berkembang.

“Kalau mau sejahtera, perbaiki kinerja. Kalau kinerja bagus, perusahaan pasti ikut naik. Tidak ada cara lain,” katanya.

Tak hanya soal pelayanan, ia turut menyoroti disiplin penampilan pegawai. Syahrum mengaku sempat menegur langsung pegawai yang berpakaian tidak layak di kantor.

“Boleh berpakaian bebas, tapi harus rapi. Jangan pakai kaos oblong. Ini kantor, bukan sembarang tempat,” tegasnya.

Di sisi internal, Syahrum memastikan akan ada langkah penyegaran dan penataan pegawai, termasuk distribusi ulang di sejumlah wilayah yang dinilai tidak proporsional.

“Ada wilayah kelebihan pegawai, ada juga yang kekurangan. Ini harus kita atur ulang. Jangan juga pakai ‘jalur kedekatan’,” ujarnya.

Syahrum berharap pembenahan disiplin dan etos kerja ini bisa mengubah citra PDAM menjadi lebih profesional di mata masyarakat.

“Jangan kerja setengah hati. Pelayanan harus jadi prioritas kalau kita mau dipercaya publik,” tukasnya.

error: Content is protected !!