kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Sekprov Sulsel Dorong Program JICA di Takalar Jadi Benchmark Nasional

Sekprov Sulsel Dorong Program JICA di Takalar Jadi Benchmark Nasional
Pertemuan Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Jufri Rahman dengan JICA (dok. Ist)

KabarMakassar.com — Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menilai program Japan International Cooperation Agency (JICA) di Kabupaten Takalar berhasil memberikan dampak signifikan bagi masyarakat. Hal itu diungkapkan Jufri usai melakukan pertemuan dengan JICA di Kantor Gubernur Sulsel pada Rabu (01/10).

Menurutnya, pendekatan pendampingan teknis yang diterapkan jauh lebih efektif dibandingkan bantuan fisik yang selama ini identik dengan program pembangunan.

“Sekarang kan pendampingannya technical assistance. Tidak lagi seperti dulu, sama seperti dulu, dulu ada namanya International Development Act yang memberi bantuan perbaikan rumah dan sebagainya, dulu di awalnya seperti itu JICA, fisik. Tapi lama-kelamaan mengarah kepada technical assistance, pendampingan teknis,” ujarnya.

Jufri menekankan bahwa pendampingan teknis mampu mendorong perubahan pola pikir dan gaya hidup masyarakat di daerah sasaran. Ia menyebut Takalar sebagai contoh nyata keberhasilan yang patut dijadikan rujukan dalam program pembangunan berbasis masyarakat.

“Dan itu ternyata lebih efektif merubah pola pikir dan pola hidup masyarakat di daerah sasaran. Itulah yang di Takalar itu, saya sudah sampaikan hal-hal yang baik seperti itu bisa diangkat ke level nasional dan jadikan Takalar sebagai benchmark untuk orang-orang yang mau melihat keberhasilannya,” tambahnya.

Selain menyoroti dampak program di Takalar, Jufri juga membuka peluang kerja sama di bidang ketenagakerjaan. Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja di Jepang bisa menjadi kesempatan besar bagi lulusan sekolah vokasi di Sulawesi Selatan.

“Saya tadi menawarkan bahwa Jepang kan butuh tenaga kerja sekarang, mereka kekurangan tenaga kerja. Saya bilang begini, tolong JICA itu memotret tenaga kerja apa yang dibutuhkan di Jepang sekarang. Kemudian kirimkan trainer, instruktur di Jepang untuk melatih keahlian yang dibutuhkan itu kepada sekolah-sekolah vokasi yang ada di Makassar,” tuturnya.

Ia mengusulkan agar siswa vokasi mendapat pelatihan langsung dari instruktur asal Jepang, sehingga keterampilan mereka sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja internasional. Dengan demikian, para lulusan tidak hanya siap bersaing, tetapi juga bisa langsung terserap di dunia kerja.

“Kalau sudah mereka melewati pelatihan dan dianggap memiliki skill, itu dikirim ke Jepang, diserap oleh pasar di sana, pasar kerja. Jadi itu win-win solution kan,” pungkasnya.

error: Content is protected !!