kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Satpol PP–Dinsos Makassar Tertibkan 48 Gepeng dan Anjal dalam Operasi Kolaboratif

Satpol PP–Dinsos Makassar Tertibkan 48 Gepeng dan Anjal dalam Operasi Kolaboratif
Operasi Anjal dan Gepeng Kolaboratif Jumat Pagi antara Satpol-PP dan Dinsos Makassar (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Makassar bersama Dinas Sosial (Dinsos) menggelar operasi penertiban terpadu terhadap anak jalanan (anjal), gelandangan, dan pengemis (gepeng) di sejumlah ruas jalan protokol, Jumat (13/02).

Kegiatan yang dipimpin Bidang Penegakan Perundang-Undangan Daerah (PPUD) Satpol PP ini menyasar kawasan Jalan Boulevard, Pengayoman, hingga Veteran Selatan.

Dari hasil penjangkauan, petugas mengamankan puluhan pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial untuk didata dan dibina lebih lanjut.

Sekretaris Satpol PP Makassar, Muhammad Ari Fadli, mengungkapkan dari penjaringan total yang dibawa untuk proses pembinaan mencapai 48 orang.

“Yang dibawa oleh Dinas Sosial untuk diberikan pembinaan total 48 orang, terdiri dari gepeng 28 orang dan anjal 20 orang,” ujarnya.

Selain itu, penanganan khusus juga diberikan kepada warga eks penderita kusta yang turut terjaring dalam kegiatan tersebut. “Untuk yang eks kusta dibawa ke Kantor Lurah Mamajang Dalam untuk diberikan bantuan dari Baznas,” jelas mantan Camat Panakkukang itu.

Ari Fadli menuturkan, operasi gabungan ini merupakan bentuk kolaborasi lintas perangkat daerah dalam menjaga ketertiban umum, khususnya di titik-titik yang kerap menjadi lokasi aktivitas meminta-minta.

Ia menyebut, fenomena peningkatan aktivitas gepeng dan anjal kerap terjadi setiap Jumat pagi, seiring tingginya aktivitas sedekah masyarakat.

“Memang kalau Jumat pagi banyak yang memanfaatkan momen ‘Jumat Berkah’. Ada yang datang dari luar kota memanfaatkan kebaikan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, tidak sedikit yang menjadikan momen tersebut sebagai modus, meski secara fisik masih produktif dan tidak termasuk kategori tidak mampu. Karena itu, operasi serupa dipastikan akan terus berlanjut, terlebih menjelang bulan Ramadan yang dinilai rawan lonjakan pendatang dengan tujuan serupa.

“Kolaborasi ini kita harapkan bisa berlanjut. Apalagi menjelang Ramadan, biasanya Kota Makassar kerap diserbu masyarakat dari luar daerah yang memanfaatkan situasi,” tegas Ari Fadli.

Pemerintah Kota Makassar menegaskan penertiban dilakukan bukan semata penindakan, tetapi juga mengedepankan pendekatan humanis melalui pendataan, pembinaan, hingga penyaluran bantuan sosial bagi yang benar-benar berhak.

error: Content is protected !!