KabarMakassar.com — Partai Golkar menepis spekulasi yang mengaitkan Ketua Umumnya, Bahlil Lahadalia, dengan bursa calon presiden maupun calon wakil presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
Partai berlambang pohon beringin itu menegaskan fokus utama saat ini adalah memperkuat organisasi dan menyukseskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, mengatakan hingga kini Bahlil tidak pernah membahas ambisi politik menuju kontestasi Pilpres 2029.
Menurutnya, seluruh energi Bahlil sebagai ketua umum diarahkan untuk konsolidasi internal partai, meningkatkan perolehan kursi Golkar, sekaligus mendukung jalannya pemerintahan.
“Sejak menjadi ketua umum, komitmen Pak Bahlil adalah bagaimana konsolidasi internal partai dan bagaimana menambah kursi, serta sukses Pemerintahan Prabowo-Gibran. Fokusnya di situ. Tidak pernah bicara tentang calon presiden,” ujar Idrus dalam keterangannya, Jumat (12/6).
Penegasan tersebut disampaikan sebagai respons atas berkembangnya pandangan yang menyebut Bahlil mulai memiliki peluang masuk dalam konfigurasi politik Pilpres 2029.
Wacana itu mengemuka setelah nama Bahlil ramai diperbincangkan di media sosial, salah satunya dipicu viralnya lagu parodi bertajuk “MBG” atau “Mas Bahlil Ganteng”.
Namun, Idrus menilai mengaitkan popularitas digital dengan agenda pencalonan presiden merupakan kesimpulan yang terlalu jauh dan berpotensi menimbulkan persepsi keliru di tengah publik.
“Kalau ada opini dibuat begitu, itu opini yang sangat menyesatkan menurut saya. Ini sama dengan mengadu domba,” tegasnya.
Idrus menjelaskan, arah pemikiran dan komitmen politik Bahlil justru telah dituangkan dalam buku berjudul Karya Kekaryaan: Eskalator Kesinambungan Pembangunan dan Kepemimpinan Nasional. Dalam buku tersebut, kata dia, Bahlil lebih menitikberatkan pada pentingnya menjaga kesinambungan pembangunan nasional melalui keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo.
“Untuk memahami pikiran, komitmen, sikap dan pemikiran politik Pak Bahlil ke depan, itu sudah diuraikan dalam bukunya. Fokusnya adalah bagaimana mensukseskan kepemimpinan Pak Prabowo pada periode ini,” kata Idrus.
Ia menilai keberhasilan pemerintahan saat ini akan menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan nasional pada periode berikutnya.
“Kalau Pak Prabowo sukses pada periode ini, maka itu menjadi eskalator menuju periode berikutnya,” ujarnya.
Selain itu, Idrus mengungkapkan bahwa Bahlil juga mendorong gagasan pembentukan koalisi permanen bersama Golkar dan partai-partai pendukung pemerintah sebagai upaya menjaga kesinambungan arah pembangunan nasional.
“Di dalam buku itu Pak Bahlil menyampaikan perlunya koalisi permanen ke depan bersama Golkar, tentu di bawah pimpinan Pak Prabowo. Itu yang menjadi gagasan yang disampaikan,” katanya.
Lebih jauh, Idrus menilai karakter politik Bahlil dibentuk melalui proses panjang sebagai aktivis dan kader, sehingga tidak tepat disamakan dengan tokoh politik lain yang muncul hanya karena popularitas sesaat.
“Pak Bahlil adalah seorang aktivis yang ditopang oleh perjuangan panjang. Tidak boleh dilihat sama dengan politisi lain,” ujarnya.
Menurut Idrus, konsistensi antara ucapan dan tindakan menjadi salah satu ciri kepemimpinan Bahlil sejak dipercaya memimpin Golkar hingga bergabung dalam pemerintahan.
“Karena itu Pak Bahlil tetap konsisten bahwa fokusnya adalah membesarkan partai, menambah kursi, dan bagaimana kepemimpinan Pak Prabowo pada periode ini sukses,” tuturnya.
Ia kembali menegaskan bahwa Golkar belum membahas konfigurasi kandidat untuk Pilpres 2029 dan memilih memusatkan perhatian pada penguatan partai serta dukungan terhadap agenda pemerintahan.
“Opini boleh dibuat, tetapi secara politik praktis, Golkar fokus bekerja dan membesarkan partai,” tukas Idrus.














