KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten Toraja Utara terus mendorong digitalisasi layanan kesehatan melalui penerapan sistem pembayaran non tunai berbasis QRIS di RSUD Pongtiku.
Pihak rumah sakit kini mulai mengintegrasikan metode pembayaran digital untuk mempermudah pasien dalam melakukan transaksi, baik untuk biaya administrasi, layanan medis, maupun pembelian obat. Dengan adanya QRIS, masyarakat cukup menggunakan aplikasi pembayaran di ponsel tanpa perlu membawa uang tunai.
Selain implementasi QRIS, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan uji coba (testing) perangkat sound box dari aplikasi Sulselbar Merchant. Perangkat ini berfungsi memberikan notifikasi suara secara langsung setiap kali transaksi berhasil dilakukan, sehingga membantu petugas kasir dalam memverifikasi pembayaran dengan cepat dan akurat.
Direktur RSUD Pongtiku, dr. Wilma Dian Marannu Toding, menyampaikan bahwa inovasi ini bertujuan meningkatkan efisiensi pelayanan serta memberikan pengalaman yang lebih aman dan praktis bagi pasien.
“Penggunaan teknologi ini juga diharapkan dapat meminimalisir kesalahan transaksi dan mempercepat proses administrasi,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Dengan adanya langkah ini, RSUD Pongtiku menjadi salah satu fasilitas kesehatan di Toraja Utara yang mulai beradaptasi dengan transformasi digital, sejalan dengan program pemerintah dalam memperluas ekosistem pembayaran non tunai di sektor layanan publik.














