kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Puasa Segera Tiba, Ini Tuntunan Rasul Soal Doa Berbuka yang Jarang Diketahui

Puasa Orang Meninggal Bisa Digantikan Keluarga, Ini Dasarnya!
Ilustrasi Puasa. (Dok: Ist)

KabarMakassar.com – Ramadan tinggal menghitung hari. Sejumlah persiapan mulai dilakukan umat Islam, dari fisik hingga ibadah.

Namun di tengah suasana menyambut puasa, satu pertanyaan klasik kembali mengemuka, sebenarnya doa berbuka dibaca sebelum atau sesudah membatalkan puasa?.

Di banyak masjid, musala, hingga acara buka bersama, praktik membaca doa sebelum menyentuh makanan masih sering dijumpai. Sebagian jamaah sudah terbiasa melafalkannya tepat saat azan Magrib berkumandang, bahkan sebelum minum atau makan.
Meski begitu, tidak sedikit yang kemudian mempertanyakan ketepatan urutannya.

Pasalnya, doa berbuka yang paling populer “Dzahabazh-zhama’u wabtallatil-‘uruqu wa tsabatal-ajru insya Allah” secara makna menggambarkan kondisi setelah seseorang berbuka.

Arti doa tersebut adalah “Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah.” Kalimat ini menunjukkan bahwa rasa haus sudah lenyap dan tubuh telah segar kembali situasi yang terjadi setelah makan atau minum, bukan sebelumnya.

Penjelasan ini juga diperkuat sejumlah hadis. Dalam riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa’ad, Rasulullah SAW menegaskan bahwa umat Islam akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka saat waktunya tiba. Artinya, begitu matahari terbenam, yang didahulukan adalah membatalkan puasa.

Riwayat lain dari Sulaiman bin Amir menyebutkan anjuran Nabi untuk berbuka dengan kurma. Jika tidak ada, maka cukup dengan air putih. Sunnah ini kembali menegaskan bahwa tindakan makan atau minum menjadi langkah pertama sebelum amalan lain.
Keterangan yang paling eksplisit datang dari hadis riwayat Abu Dawud dari Abdullah bin Umar.

Disebutkan, Rasulullah SAW apabila telah berbuka, barulah membaca doa “Dzahabazh-zhama’u wabtallatil-‘uruqu wa tsabatal-ajru insya Allah.” Redaksi ini memperjelas posisi doa dibaca setelah berbuka dilakukan.

Merujuk rangkaian dalil tersebut, para ulama menyimpulkan bahwa tata cara berbuka sesuai sunnah adalah menyegerakan makan atau minum terlebih dahulu, kemudian berdoa. Pedoman serupa juga tertuang dalam Himpunan Putusan Tarjih, yang menganjurkan berbuka segera setelah Magrib, lalu memanjatkan doa sesudahnya.

Dengan demikian, menjelang Ramadan ini, umat Islam dapat meluruskan kembali kebiasaan yang ada. Berbuka didahulukan, doa kemudian menyusul selaras dengan makna doa, praktik Rasulullah SAW, serta tuntunan para ulama.

error: Content is protected !!