KabarMakassar.com — Puluhan massa melakukan aksi pemblokiran jalan nasional di Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, Selasa, (15/11). Massa menutup jalan serta melakukan pembakaran ban bekas.
Aksi ini merupakan aksi lanjutan yang dilakukan oleh warga sebagai bentuk protes atas penetapan calon kepala desa (Cakades) pada Pilkades serentak Takalar.
Massa menganggap ada kejanggalan dalam proses penetapan Cakades pada Pilkades ini. Seperti incumbent yang digugurkan, sementara yang diloloskan merupakan warga dari luar yang dikabarkan tidak lulus di desa asalnya.
Cakades Banggae yang gugur, Muh Saleh mengatakan, aksi protes akan dilakukan hingga P2KD menunda pelaksanaan Pilkades.
"Aksi protes dengan memblokir jalan akan terus di lakukan sampai P2KD menghentikan ataupun menunda pelaksanaan Pilkades," ungkapnya.
Diketahui, Aksi penutupan jalan ini sudah memasuki hari keempat. Pasalnya, demonstran belum mendapat tanggapan dari panitia pemilihan Kepala Desa (P2KD) Takalar.
Berdasarkan pantauan sempat terjadi aksi saling lempar antar massa yang memblokir jalan dengan pengguna jalan karena merasa terganggu dengan adanya penutupan jalan.
"Penutupan jalan masih berkaitan dengan penetapan calon kepala desa. Soal adanya aksi tegang sesama warga, memang sempat terjadi. Namun kejadiannya hanya sebentar,” ujar Kapolsek Galesong Selatan, Iptu Muh Basri.
Aksi serupa juga terjadi di jalan poros nasional Kecamatan Manggarabombang. Pendemo mengancam akan terus melakukan aksinya hingga proses Pilkades dihentikan ataupun ditunda.
Untuk diketahu, sehari sebelumnya, ratusan masyarakat yang kecewa dengan pengumuman Cakades Pilkades serentak juga mendatangi rumah jabatan Bupati Takalar, Senin, 14 November 2022. Namun, massa tidak sempat bertemu dengan Bupati Takalar Syamsari.














