KabarMakassar.com — Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN melalui situsnya Edukasi Sains Antariksa BRIN menjelaskan jika Fenomena Gerhana Matahari diprediksi akan hadir pada tahun ini. Bahkan, diperkirakan Fenomena Gerhana Matahari ini akan hadir pada tanggal 30 April 2022 ini.
Puncak dari gerhana matahari ini akan terjadi pada pukul 14.45 EDT waktu setempat atau 02.45 WITA pada 1 Mei 2022. Sedangkan, puncak terjadinya gerhana pukul 16.41 EDT waktu setempat atau 04.41 WITA. Gerhana ini merupakan gerhana ke-66 dari 71 gerhana dalam siklus Saros 119. Namun sangat disayangkan jika di Indonesia hanya bisa disaksikan secara online dan tak bisa disaksikan secara langsung. Dimana Detik-detik tertutupnya Matahari oleh Bulan sebagian akan dapat dilihat dari Antartika, ujung selatan Amerika Selatan, wilayah Samudera Pasifik dan Samudera Atlantik.
Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, dikutip dari situs Edukasi Sains Antariksa BRIN mengatakan, Gerhana Matahari Sebagian kali ini, bertepatan dengan konjungsi akhir bulan Ramadan 1443 H, sehingga hilal kemungkinan dapat disaksikan ketika Matahari terbenam, setelah gerhana.
Ia juga menjelaskan jika gerhana matahari sebagian ini merupakan fenomena astronomis ketika Bumi, Bulan, dan Matahari terletak pada satu garis lurus. Permukaan Matahari yang teramati dari Bumi hanya tertutup sebagian saja oleh Bulan.
"Hal ini disebabkan bayangan Bulan yang jatuh di permukaan Bumi hanya bayangan penumbra/semu saja, sedangkan bayangan umbra inti berada di luar permukaan Bumi," tulis Andi Pangerang dalam situs Edukasi Sains Antariksa BRIN.
Wilayah yang tertutupi oleh bayangan penumbra Bulan akan mengalami Gerhana Matahari Sebagian, sementara wilayah yang tertutup oleh bayangan umbra Bulan bakal mengalami Gerhana Matahari Total.
Sementara itu BRIN dalam situsnya juga menulis jika fenomena gerhana matahari setengah pada 30 April 2022 bukan satu-satunya yang terjadi tahun ini. Dimana nanti pada 25 Oktober 2022 juga diprediksikan juga terjadi gerhana matahari setengah.
Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat atau NASA menyebutkan jika tahun 2022 tak ada gerhana matahari Total, namun bakal terjadi pada 20 April 2023 yang menjadi gerhan hibrida dengan fitur gerhana matahari total.














