KabarMakassar.com — Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Makassar, Abdillah Sattari, memberikan tanggapan atas tudingan yang dilayangkan oleh salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Ia angkat bicara terhadap dugaan penyimpangan yang terjadi dalam tata kelola pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Makassar.
Menanggapi isu yang berkembang, Abdillah menegaskan, informasi yang beredar terkait pengendalian jaringan pemasok tidak benar.
Karena itu, klarifikasi perlu dilakukan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman ditengah masyarakat.
“Mengenai pengendalian jaringan pemasok, saya sampaikan bahwa ini tidak benar. Pemilihan pemasok di setiap SPPG itu menjadi kewenangan dari mitra-mitra SPPG sesuai dengan aturan yang berlaku,” ungkapnya, Sabtu (16/05).
Lebih lanjut, ia mengatakan, jika mitra-mitra SPPG dalam melakukan pemilihan pemasok wajib untuk memperhatikan aspek kualitas bahan pangan, kontinuitas distribusi, standar keamanan pangan juga kesiapan operasional masing-masing SPPG.
“Koordinator wilayah hanya menjalankan fungsi koordinatif untuk memastikan standar kualitas pelayanan dan pelaksanaan program tetap terjaga,” ucapnya.
Abdillah menyatakan, koordinator wilayah bukanlah jabatan struktural. Dia menerangkan bahwa koordinator wilayah hanya penugasan tambahan yang diamanahkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dalam membantu KPPG untuk urusan kordinasi teknis di wilayah.
Terkait dengan dugaan rangkap jabatan, ia mengungkapkan, bahwa sejak pekan lalu, tidak lagi menjabat sebagai Kepala SPPG.
Hal tersebut turut dikonfirmasi oleh Kepala KPPG Makassar Handayani Syaukani.
“Saat ini, Korwil Makassar tidak lagi bertugas sebagai Kepala SPPG,” tuturnya.
Sebagai informasi, program MBG menjadi langkah strategis pemerintah dalam memastikan agar anak Indonesia dapat tumbuh sehat serta cerdas.
Tidak hanya dalam mengatasi persoalan gizi, program MBG menjadi investasi jangka panjang untuk kualitas sumber daya manusia dan masa depan bangsa.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menyampaikan jika MBG tidak hanya meningkatkan gizi anak-anak, namun juga menggerakkan ekonomi daerah.














