KabarMakassar.com — Ketua Kelompok Fraksi Partai NasDem Komisi X DPR RI, Ratih Megasari Singkarru, menegaskan bahwa pemerintah harus memastikan kesejahteraan guru, dosen, dan tenaga pendidik sebagai pilar utama peningkatan mutu pendidikan nasional.
Hal itu disampaikan Ratih dalam Rapat Kerja Komisi X DPR dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (26/08).
Ratih merinci bahwa anggaran pendidikan tahun 2026 direncanakan sebesar Rp757,8 triliun, naik 9,8% dibanding outlook anggaran 2025 yang sebesar Rp690 triliun. Dari total tersebut, alokasi untuk kesejahteraan tenaga pendidik mencapai Rp274,7 triliun.
Menurutnya, kenaikan ini merupakan langkah penting, tetapi implementasinya di lapangan akan menjadi penentu keberhasilan kebijakan.
“Terkait kesejahteraan guru, dosen, dan tenaga pendidik menjadi Rp274,7 triliun. Tentu ini akan menjadi langkah penting untuk negara ini,” ujar Ratih.
Ratih menegaskan, penghargaan yang layak bagi para pendidik adalah syarat mutlak untuk melahirkan generasi unggul. Guru yang sejahtera akan lebih fokus menjalankan peran sebagai pendidik, sehingga berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas pendidikan.
“Kami dari Fraksi Partai NasDem berharap semoga ini (anggaran kesejahteraan guru) diterjemahkan secara nyata di lapangan,” jelasnya.
Ratih juga mengingatkan bahwa isu kesejahteraan guru selalu muncul setiap kali anggota dewan turun ke daerah pemilihan (dapil). Menurutnya, hal ini bukan hanya terjadi di Sulawesi Barat, tetapi hampir di seluruh Indonesia.
“Setiap turun ke dapil, ini yang selalu dipertanyakan. Bukan hanya di Sulbar menurut saya, se-Indonesia saya yakin teman-teman di sini tentu berharap ini bisa diterjemahkan secara nyata,” ujarnya.
Ratih menegaskan bahwa kebijakan peningkatan kesejahteraan guru bukan semata soal anggaran, melainkan investasi jangka panjang bangsa. Dengan dukungan Rp274,7 triliun bagi tenaga pendidik, ia berharap Indonesia mampu melahirkan generasi emas yang siap menghadapi tantangan global pada 2045.
“Dengan penghargaan yang layak bagi para pendidik, bangsa Indonesia dapat melahirkan generasi unggul yang siap menghadapi masa depan,” pungkasnya.














