kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Puluhan Jukir Makassar Ikuti Bimtek Modernisasi Perparkiran

Puluhan Jukir Makassar Ikuti Bimtek Modernisasi Perparkiran
Jukir Makassar Ikut Bimtek Pembayaran Non-tunai, (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Upaya modernisasi layanan perparkiran di Kota Makassar mulai menyentuh lini terdepan.

Ratusan juru parkir (jukir) mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Pelatihan Angkatan Pertama yang dirangkaikan dengan Workshop Jukir Digital, hasil kerja sama Perumda Parkir Makassar dengan Bank Indonesia.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi digital, profesionalisme, dan kualitas pelayanan jukir di lapangan, sejalan dengan dorongan menuju transaksi non-tunai.

Hadir dalam kegiatan ini Kepala Perwakilan BI Sulsel Rizki Ernadi Winanda, Deputi Kepala Perwakilan BI Sulsel Ricky Satria, Kepala Cabang BTN Makassar Ardityas Dwi Atmoko, Kepala Cabang Bank Sulselbar Makassar Zainal Abidin, perwakilan Bank Mandiri, Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar Muhammad Rheza, serta Kasat Lantas Polres Pelabuhan Makassar AKP Nursanti.

Kolaborasi ini dipandang penting agar transformasi digital di sektor perparkiran berjalan terintegrasi, transparan, dan akuntabel.

Rizki Ernadi Winanda menegaskan bahwa adaptasi digital menjadi kunci peningkatan layanan.

“Transformasi digital di sektor perparkiran bukan hanya meningkatkan transparansi, tetapi juga memberi kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat dalam bertransaksi,” ujarnya.

Menurut BI, digitalisasi perparkiran akan mendukung terciptanya ekosistem cashless society sekaligus mengurangi potensi kebocoran pendapatan daerah.

Direktur Utama Perumda Parkir Makassar Raya, Adi Rasyid Ali (ARA), menekankan pentingnya pelatihan ini agar jukir tidak hanya sekadar bertugas di lapangan, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan teknologi.

“Kami ingin para jukir tidak hanya profesional dalam melayani, tetapi juga melek teknologi sehingga dapat beradaptasi dengan sistem pembayaran non-tunai yang semakin digalakkan,” ungkap ARA.

Kualitas pelayanan parkir di Makassar meningkat signifikan, masyarakat terbiasa menggunakan pembayaran non-tunai, dan tata kelola parkir lebih modern.

Pelatihan ini mendapat apresiasi positif dari para peserta. Para jukir mengaku lebih percaya diri menghadapi pola kerja baru yang berbasis digital dan transparan. Dengan pelatihan ini, mereka tidak hanya dituntut melayani dengan ramah, tetapi juga mengoperasikan perangkat pembayaran non-tunai dengan baik.

Transformasi perparkiran ini dipandang sebagai langkah strategis mendukung visi Makassar sebagai smart city. Dengan keterlibatan BI, perbankan, Pemkot, kepolisian, dan Perumda Parkir, diharapkan ekosistem perparkiran kota akan lebih modern, efisien, serta mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan publik.

error: Content is protected !!