kabarbursa.com
kabarbursa.com

Pemprov Sulsel Gelontorkan Rp3,7 Triliun untuk Jalan, Irigasi dan Rumah Sakit

Pemprov Sulsel Gelontorkan Rp3,7 Triliun untuk Jalan, Irigasi dan Rumah Sakit
saluran irigasi (dok. Ist)

KabarMakassar.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) menyiapkan anggaran sebesar Rp3,7 triliun untuk mendanai proyek-proyek strategis yang masuk dalam skema multi years project (MYP). Total nilai proyek mencapai Rp3.729.101.043.129, mencakup pembangunan jalan, irigasi, dan fasilitas kesehatan di beberapa kabupaten.

Proyek pembangunan jalan menjadi yang terbesar dalam alokasi ini, dengan nilai Rp2,53 triliun. Jalan sepanjang lebih dari 1.000 kilometer akan dibangun di berbagai wilayah Sulsel sebagai bagian dari percepatan konektivitas dan pengembangan kawasan.

“Kalau tahun sebelumnya 500 kilometer kami bangun, maka saya berdua dengan ibu wagub, kita akan menjadikan dua kali lipat untuk setengah tahun periode kami, 1000 kilometer jalan dibangun,” ujar Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Minggu (19/10).

Selain jalan, pembangunan sistem irigasi menjadi prioritas dengan luas cakupan 54.000 hektare dan nilai anggaran sebesar Rp764,36 miliar. Infrastruktur ini diharapkan akan membantu sekitar 100 ribu kepala keluarga petani yang rata-rata memiliki lahan setengah hektare.

“Kemudian pembangunan irigasi, kami akan meningkatkan. Ini masyarakat banyak sekali, 54.000 hektar itu pemiliknya kurang lebih 100 ribu KK,” kata Andi Sudirman.

Menurutnya, perbaikan saluran irigasi dan peningkatan sawah tadah hujan menjadi kunci untuk mendongkrak hasil pertanian masyarakat. “Rp764 miliar anggaran akan digelontorkan untuk meningkatkan tadah hujan sawahnya dan saluran irigasi. Semua ini sudah ada desainnya tinggal kita bangun untuk kita manfaatkan kemudian,” tambahnya.

Tak hanya infrastruktur jalan dan irigasi, anggaran MYP juga akan digunakan untuk pembangunan dua rumah sakit regional di Luwu dan Gowa. Proyek kesehatan ini menelan anggaran Rp433,23 miliar dan menambah total RS regional yang dimiliki Sulsel menjadi empat unit.

“Kalau Toraja itu kami sudah janjian, pembangunan mereka sudah lebih dulu di Lakipadada dibangun, kami laporkan ke Pak Menteri, kemudian kami diarahkan ke Luwu, itu sudah disetujui. Sehingga kami akan punya 4 rumah sakit regional, pertama yang kami sudah bangun 2022-2023, kemudian yang sekarang di Toraja, kemudian Luwu dan Gowa,” jelasnya

Andi Sudirman berharap hadirnya rumah sakit regional ini bisa menjawab persoalan akses layanan kesehatan di wilayah-wilayah terpencil.

“Insyaallah ke depan layanan ini akan melayani daerah-daerah terpencil yang angka kematian ibu dan anak, angka persalinan, layanannya bisa lebih cepat dengan akses yang tidak terlalu jauh,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Sulsel memastikan bahwa pelaksanaan proyek multi years tidak lepas dari pengawasan dan pendampingan lembaga terkait demi menjaga akuntabilitas anggaran.

Dukungan dari pemerintah pusat dan aparat penegak hukum disebut menjadi bagian penting dalam menjamin transparansi proyek bernilai triliunan rupiah ini.

“Pelaksanaan MYP ini telah mendapat dukungan dari Mendagri dan KPK. Kami telah dapatkan komitmen bersama untuk dapatkan pendampingan langsung,” pungkas Andi Sudirman.

Berikut rincian anggaran yang dialokasikan untuk Proyek Multiyears Pemprov Sulsel: Pembangunan jalan sepanjang lebih dari 1.000 kilometer dengan nilai Rp2.531.510.188.205; Pembangunan irigasi seluas 54.000 hektar senilai Rp764.360.854.924; Pembangunan dua rumah sakit regional di Luwu dan Gowa dengan nilai Rp433.230.000.000.

error: Content is protected !!