KabarMakassar.com — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan mempertegas komitmen pembenahan internal dengan menekankan integritas dan profesionalitas seluruh jajaran sekretariat.
Penegasan ini mencuat dalam rapat koordinasi rutin yang digelar secara daring bersama sekretariat Bawaslu kabupaten/kota se-Sulsel, Rabu (29/04).
Rapat tersebut dipimpin Kepala Sekretariat Bawaslu Sulsel, Awaluddin Mustafa, didampingi para kepala bagian dan staf. Forum ini menjadi momentum konsolidasi internal menjelang pelaksanaan sejumlah program strategis pada pertengahan tahun.
Dalam arahannya, Awaluddin menegaskan bahwa peran sekretariat bukan sekadar administratif, melainkan menjadi penopang utama jalannya organisasi. Ia mengingatkan bahwa lemahnya koordinasi akan berdampak langsung pada capaian program di lapangan.
“Sekretariat adalah tulang punggung organisasi. Sinkronisasi dan koordinasi yang kuat menjadi syarat mutlak agar dukungan administrasi maupun teknis mampu mengakselerasi realisasi program kerja secara efektif dan akuntabel,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga nilai dasar kelembagaan di tengah meningkatnya tuntutan kinerja. Menurutnya, ukuran keberhasilan tidak hanya pada banyaknya program yang terlaksana, tetapi pada kualitas pelayanan yang diberikan.
“Keberhasilan lembaga bukan sekadar program berjalan, tetapi bagaimana integritas dijaga dan profesionalitas dijalankan secara konsisten. Ini yang menentukan kepercayaan publik,” ujarnya.
Awaluddin turut mengingatkan jajaran di 24 kabupaten/kota agar menjadikan setiap tugas sebagai bagian dari pengabdian dalam menjaga kualitas demokrasi. Ia menilai, peran sekretariat sering kali tidak terlihat, namun sangat menentukan efektivitas kerja pengawasan.
Dalam rapat tersebut, sejumlah agenda prioritas turut dibahas. Salah satunya adalah persiapan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang ditargetkan menjadi instrumen utama dalam memperluas keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu.
Selain itu, penguatan administrasi kepegawaian juga menjadi sorotan, khususnya dalam penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) yang lebih terukur dan akuntabel. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan setiap personel memiliki target kerja yang jelas dan dapat dievaluasi secara objektif.
Melalui rapat ini, Bawaslu Sulsel ingin memastikan seluruh lini sekretariat bergerak dalam satu irama, dengan standar kerja yang sama dan komitmen yang kuat terhadap integritas.
“Kita tidak punya ruang untuk bekerja biasa-biasa saja. Semua harus terukur, profesional, dan berintegritas,” tukas Awaluddin.














