KabarMakassar.com — Penurunan debit air di wilayah utara Kota Makassar mendorong Perumda Air Minum (PDAM) bersama Dewan Perwakilan Rakyat ini (DPRD) segera mengambil langkah lanjutan.
Dalam waktu dekat, kedua pihak akan menggelar rapat bersama pihak ketiga, termasuk PT Traya, guna membedah penyebab utama terganggunya suplai air ke masyarakat.
Plt Direktur Utama PDAM Makassar, Andi Syahrum Makkuradde, mengungkapkan bahwa agenda tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil peninjauan lapangan yang menemukan adanya penurunan signifikan debit air ke kawasan utara Kota.
“Dalam waktu dekat kami bersama DPRD akan mengundang pihak ketiga, termasuk PT Traya, untuk menjelaskan kenapa debit air bisa menurun dan apa solusi yang bisa segera dilakukan,” ujar Andi Syahrum, Rabu (29/04).
“Kita targetkan pertemuan secepatnya bisa Minggu depan,” tambahnya.
Ia menegaskan, rapat tersebut akan difokuskan pada pengelolaan air baku yang selama ini menjadi salah satu faktor krusial dalam distribusi air ke wilayah utara. PDAM ingin memastikan apakah ada kendala teknis atau manajerial yang menyebabkan suplai air tidak berjalan optimal.
“Kami ingin mengurai persoalan ini secara menyeluruh, dari sumber air baku hingga distribusinya. Semua harus terbuka agar solusi bisa cepat diambil,” tegasnya.
Menurutnya, indikasi awal menunjukkan bahwa penurunan debit air baku menjadi penyebab utama terganggunya layanan, meskipun kemungkinan masalah lain seperti jaringan distribusi tetap akan dievaluasi.
“Kalau debit air baku turun, otomatis distribusi ke masyarakat ikut terdampak. Ini yang menjadi fokus utama kami saat ini,” katanya.
Pihaknya menargetkan pertemuan tersebut tidak hanya menjadi forum klarifikasi, tetapi juga menghasilkan langkah konkret untuk memulihkan suplai air di wilayah utara yang selama ini paling terdampak.
“Rapat ini harus melahirkan solusi nyata. Target kami jelas, suplai air kembali normal dan masyarakat tidak lagi mengalami gangguan,” tukas Andi Syahrum.














