KabarMakassar.com — Pedagang di dalam gedung Pasar Sentral atau New Makassar Mall mendesak pemerintah Kota segera menertibkan lapak yang beroperasi di luar area resmi.
Mereka menilai keberadaan pedagang di pinggir jalan membuat arus pembeli terpecah dan berdampak langsung pada penurunan omzet di dalam gedung.
Salah satu pedagang, Adel, melihat situasi ini, pedagang berharap ada penataan ulang yang tegas agar seluruh aktivitas jual beli kembali terpusat di dalam gedung.
Mereka menilai langkah tersebut penting untuk menciptakan pemerataan dan menghidupkan kembali denyut ekonomi pasar.
“Kalau semua masuk ke dalam, pembeli tidak terbagi lagi, pemerintah kota khususnya Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin untuk memikirkan hal itu, tidak membiarkan mereka (pedagang) begitu saja,” tegasnya.
Senada dengan itu, pedagang lainnya, Lina, menyoroti banyaknya ruko kosong di dalam gedung New Makassar Mall, terutama di lantai dua hingga tujuh. Ia menilai kondisi tersebut memperparah sepinya aktivitas di dalami gedung.
“Masih banyak ruko kosong. Padahal tempatnya bagus, harusnya dimanfaatkan banyak pedagang yang pilih diluar karena banyak pembelinya,” ujarnya.
Menurut Lina, penataan pedagang berdasarkan jenis barang serta pemusatan aktivitas di dalam gedung akan mendorong pembeli kembali masuk dan berbelanja di satu kawasan.
“Kalau ditata dengan baik dan semua masuk ke dalam, pembeli pasti ikut masuk,” tegasnya.
Para pedagang berharap pemerintah segera mengambil langkah tegas untuk menertibkan lapak luar dan mengoptimalkan pemanfaatan ruang di dalam gedung.
“Kami (pedagang) yang ada didalam gedung New Makassar Mall berharap agar aktivitas perdagangan kembali hidup dan merata,” harapnya.














