KabarMakassar.com — Tindakan arogansi yang dipertontonkan Kepala Sekolah SDN 7 Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, memantik reaksi keras dari aktivis pemuda Rais Al Jihad.
Rais mengecam keras tindakan Kepala Sekolah SDN 7 Bontoramba yang dinilai arogan dan sewenang-wenang.
Atas tindakan tersebut, Ia mendesak Pelaksana Harian (PLH) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jeneponto untuk segera mengambil langkah tegas dengan mencopot jabatan kepala sekolah yang bersangkutan.
Isu ini mencuat usaj video berdurasi 2 menit 49 detik tersebar luas di platform sosial media Facebook. Dalam video tersebut, terlihat seorang guru honorer yang telah lama mengabdi mempertanyakan alasan dirinya diganti secara mendadak oleh orang baru yang diduga tidak pernah mengabdi sebelumnya.
“Apa salahku? Kenapa saya digantikan posisi mengajar padahal saya sudah lama mengabdi mengisi kelas kosong. Kenapa tiba-tiba orang yang tidak pernah mengabdi sekarang menggantikan saya?” tanya guru honorer tersebut dalam video dengan nada pilu.
Bukannya memberikan penjelasan yang mendidik, sang Kepala Sekolah justru menjawab dengan nada tinggi dan penuh arogansi. “Berhentiko honor di sini, saya keluarkanko!” bentak sang Kepsek dalam rekaman tersebut.
Menanggapi video tersebut, Rais Al Jihad menilai sikap Kepala Sekolah SDN 7 Bontoramba sangat miris dan tidak mencerminkan sosok pemimpin maupun tenaga pendidik. Menurutnya, tindakan memecat secara lisan hanya karena diprotes adalah bentuk penyalahgunaan kekuasaan.
“Sikap kepala sekolah tersebut sangat jauh dari nilai-nilai pendidikan. Seorang pemimpin seharusnya mengayomi dan memberikan ruang dialog, bukan justru mempertontonkan arogansi dan mengancam memecat bawahannya yang hanya meminta keadilan,” tegas Rais, Sabtu (10/1).
Rais Al Jihad meminta PLH Kepala Dinas Pendidikan Jeneponto tidak tutup mata terhadap kejadian ini. Ia menegaskan bahwa integritas dunia pendidikan di Jeneponto sedang dipertaruhkan.
“Kami meminta dengan tegas kepada PLH Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jeneponto agar segera mencopot Kepala Sekolah SDN 7 Bontoramba. Jika tidak ada sikap tegas dalam waktu dekat, maka kami akan mengambil sikap tegas,” ujar Rais.
Ia juga melayangkan ultimatum bahwa jika tuntutan ini diabaikan, pihaknya akan mengerahkan massa untuk melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran.
“Kami akan melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Pendidikan dan Kantor Bupati Jeneponto sampai kepala sekolah tersebut dicopot dari jabatannya,” pungkasnya.














