KabarMakassar.com — Sebuah video yang menampilkan interaksi antara petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Makassar dengan seorang juru parkir (jukir) viral di media sosial.
Video yang diunggah akun resmi @humas_dishubmks pada Jumat (17/10) memperlihatkan petugas Dishub menanyakan alasan seorang jukir bertugas di lokasi yang bukan wilayah penempatannya.
Humas PD Parkir Makassar Raya, Asrul, menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan investigasi terkait praktik yang muncul dalam video tersebut. Dalam rekaman itu, jukir mengaku resmi terdaftar dengan ID card, namun disebut-sebut membagi upah dengan atasannya.
“Dalam SOP tidak dibenarkan seperti itu. Yang melekat pada ID card, maka dia berhak bertugas di lapangan. Tidak boleh orang lain menggantikan atau ‘membisniskan’ ID card tersebut,” jelas Asrul.
Ia menambahkan bahwa lokasi yang menjadi sorotan dalam video adalah titik parkir insidentil di depan Hotel Claro, yang sifatnya tentatif dan tidak setiap hari. Jukir kemungkinan dipanggil sementara untuk bertugas di lokasi tersebut.
PD Parkir akan mengidentifikasi secara detail jukir yang diwawancarai, termasuk siapa yang mengarahkan ke lokasi dan apakah ID card yang digunakan sesuai dengan pemilik aslinya atau bukan.
“Kami akan melakukan identifikasi dulu karena nomor-nomor jukir di lokasi tersebut sudah tercatat. Langkah ini untuk memastikan apakah ID card yang digunakan sesuai dengan ketentuan atau tidak,” ujar Asrul.
Terkait praktik serupa di internal PD Parkir, Asrul menjelaskan bahwa siapa pun yang tertera di ID card adalah pihak yang seharusnya bertugas. Meski kemungkinan terjadi pergantian sementara karena keperluan tertentu, hal tersebut tetap harus dikomunikasikan dengan koordinator atau kolektor.
“Kalau jukir yang terdaftar meninggalkan lokasi, harus berkoordinasi dengan koordinator. Praktik mengganti orang di lapangan tanpa izin tidak diperbolehkan sesuai aturan,” tambahnya.
PD Parkir menegaskan akan menindaklanjuti kasus ini agar menjadi preseden yang jelas, sekaligus memastikan praktik bagi-bagi upah tidak menjadi kebiasaan di lapangan. Investigasi ini diharapkan selesai setelah pihak internal mengidentifikasi seluruh jukir yang terlibat dan memastikan kepatuhan terhadap SOP.
“Kita pastikan ID card yang digunakan adalah milik yang bersangkutan. Jika ditemukan pelanggaran, akan ada langkah tegas sesuai aturan,” pungkas Asrul.














