KabarMakassar.com — Koordinator Presidium Majelis Wilayah (MW) KAHMI Sulawesi Selatan, Ni’matullah Erbe, menegaskan bahwa Silaturahmi Regional KAHMI se-Sulawesi harus menjadi forum intelektual yang melahirkan gagasan besar untuk bangsa, bukan sekadar ajang temu kangen.
Ni’matullah menyoroti meningkatnya sentralisasi kekuasaan pemerintah pusat yang dinilai telah menggerus semangat otonomi daerah.
“Kita sedang menghadapi sistem pemerintahan yang menarik kembali hampir seluruh kewenangan yang dulu disebut otonom. Anggaran transfer bisa dengan gampang dipotong, kebijakan dikendalikan dari pusat. Seolah-olah kita ini hanya penumpang di republik ini,” ujarnya, dalam pembukaan kegiatan di Hotel Aryaduta Makassar, Jumat (10/10).
Ia menilai kondisi ini sebagai bentuk kemunduran dalam tata kelola pemerintahan daerah yang seharusnya memberi ruang inovasi dan kemandirian bagi pemerintah lokal.
Ni’matullah juga menyinggung ketimpangan kebijakan otonomi khusus di Indonesia. Ia menyebut tiga daerah Aceh, Yogyakarta, dan Papua telah menikmati status istimewa, sementara provinsi-provinsi di Sulawesi yang memiliki kontribusi besar terhadap republik belum mendapatkan perlakuan serupa.
“Apakah kontribusi kita pada republik ini kurang banyak? Ataukah kita harus memberontak dulu baru bisa mendapat otonomi khusus?” sindirnya.
Menurut Wakil Ketua DPRD Sulsel itu, sudah saatnya KAHMI mengambil posisi sebagai organisasi intelektual yang kritis dan kontributif terhadap kebijakan nasional, terutama dalam memperjuangkan keadilan fiskal dan penguatan daerah.
“Ada hal substansial yang tidak boleh kita lupakan. KAHMI ini organisasi intelektual. Sangat naif kalau forum sebesar ini hanya jadi ajang temu kangen. KAHMI harus melahirkan pikiran-pikiran besar,” tegasnya.
Ni’matullah juga menyerukan agar forum ini tidak berakhir pada seremonial belaka, melainkan menjadi wadah konsolidasi ide dan perjuangan intelektual dari timur Indonesia untuk memperkuat otonomi dan demokrasi daerah.
“Kalau KAHMI tidak menghasilkan pikiran alternatif yang kontributif, maka kita hanya akan jadi penonton dalam perjalanan bangsa ini,” pungkasnya.
Diketahui, Forum Silaturahmi Regional KAHMI se-Sulawesi kali ini dihadiri enam Majelis Wilayah dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Gorontalo, serta lebih dari 60 majelis daerah kabupaten/kota.














