kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Mahasiswi Unismuh Makassar Bawa Konsep Ruang Belajar Sehat ke Sekolah Thailand

Mahasiswi Unismuh Makassar Bawa Konsep Ruang Belajar Sehat ke Sekolah Thailand
Suasana KKN Internasional Mahasiswi Unismuh Makassar di Thailand (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Unismuh Makassar di Thailand Selatan tidak hanya diisi kegiatan pengajaran, tetapi juga edukasi tentang pentingnya lingkungan belajar yang sehat dan nyaman bagi siswa.

Inisiatif tersebut dijalankan oleh mahasiswi Arsitektur Fakultas Teknik Unismuh Makassar, Rezqi Ayu Amaliyah Syam, di THAWEEWUT CHITPHAKDI C&E School, Yala.

Melalui program berbasis desain edukatif, Rezqi mengenalkan konsep ruang belajar yang mendukung kesehatan, kenyamanan, dan efektivitas proses pembelajaran. Edukasi tersebut diberikan kepada siswa sebagai bagian dari implementasi ilmu arsitektur dalam kegiatan pengabdian masyarakat internasional.

Menurut Rezqi, kualitas lingkungan fisik memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas belajar dan kesejahteraan pengguna ruang, khususnya di lingkungan sekolah.
Program tersebut menjadi salah satu kegiatan yang dikembangkan selama pelaksanaan KKN Internasional Batch 2 Unismuh Makassar. Dalam pelaksanaannya, Rezqi berkolaborasi dengan Wafiq Azizah dari Program Studi Teknik Informatika untuk menjalankan berbagai kegiatan pembelajaran di sekolah mitra.

Selain edukasi mengenai ruang belajar sehat, keduanya juga terlibat dalam pendampingan bahasa Arab dan bahasa Inggris melalui metode interaktif yang memadukan diskusi, permainan edukatif, dan praktik komunikasi sederhana.

Pada pekan pertama, tim KKN lebih dulu melakukan observasi lingkungan sekolah dan berkoordinasi dengan pihak sekolah guna memetakan kebutuhan serta menyusun program yang sesuai dengan kondisi setempat.

Dekan Fakultas Teknik Unismuh Makassar, Muhammad Syafaat S. Kuba, menilai keterlibatan mahasiswa dalam program internasional menjadi sarana untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus memperluas wawasan global.

“KKN Internasional mendorong mahasiswa agar tidak hanya mampu beradaptasi dengan budaya baru, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata sesuai bidang keilmuan masing-masing. Pengalaman ini akan memperkuat kompetensi profesional dan wawasan internasional mahasiswa,” ujarnya.

Ketua Program Studi Arsitektur Unismuh Makassar, Citra Amalia Amal, juga menilai pengalaman tersebut memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami hubungan antara desain ruang, budaya, dan kebutuhan masyarakat di lingkungan yang berbeda.

Menurutnya, mahasiswa arsitektur tidak hanya belajar merancang bangunan, tetapi juga memahami bagaimana ruang dapat memberikan dampak positif bagi aktivitas manusia, termasuk dalam dunia pendidikan.

Program KKN Internasional Batch 2 yang dikelola LP3M Unismuh Makassar merupakan bagian dari skema International Community Service yang bertujuan memperkuat kompetensi global mahasiswa melalui pengabdian masyarakat lintas negara.

error: Content is protected !!