kabarbursa.com
kabarbursa.com

Lontara Digunakan 42 Ribu Warga, Kecamatan Manggala Tertinggi

Lontara Digunakan 42 Ribu Warga, Kecamatan Manggala Tertinggi
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar, Dr. Muhammad Roem (Dok: KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Aplikasi layanan aduan warga Kota Makassar, Lontara, terus menunjukkan peningkatan partisipasi publik sejak diluncurkan pada 27 Juli 2025 lalu.

Hingga 11 Desember 2025, total unduhan mencapai 42.391 pengguna, dengan Kecamatan Manggala menjadi wilayah dengan pengguna terbanyak.

Kelurahan Manggala mencatat 878 registrasi, sementara di tingkat kecamatan, Manggala memimpin dengan 4.686 warga yang telah mengunduh dan memanfaatkan aplikasi tersebut. Disusul Kecamatan Tamalate dan Rappocini. Adapun wilayah dengan pengguna terendah tercatat di Kepulauan Sangkarrang dengan sekitar 378 downloader.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar, Dr. Muhammad Roem, menyebut tingginya partisipasi warga Manggala menunjukkan penerimaan yang baik terhadap sistem aduan berbasis digital.

“Data ini membuktikan bahwa warga Manggala adalah yang paling aktif memanfaatkan fitur aduan Lontara,” ujarnya, Kamis (11/12).

Sejak diluncurkan, Lontara telah menerima 2.106 aduan, dengan tiga kategori terbanyak yakni lampu jalan (491 aduan), persampahan (276), dan drainase (266). Roem menjelaskan bahwa tiga sektor tersebut otomatis menjadi fokus penanganan karena volumenya paling tinggi.

Ia juga mengapresiasi kinerja OPD yang menindaklanjuti laporan dengan cepat. “Untuk lampu jalan, rata-rata respon awal tidak sampai dua menit, dan penyelesaian sekitar tiga hari,” jelasnya.

Menurutnya, kecepatan distribusi laporan menjadi keunggulan utama Lontara. “Distribusi aduan ke OPD biasanya tidak sampai lima menit, bahkan rata-rata di bawah dua menit,” tambahnya.

Selain layanan publik, Lontara kini terhubung dengan Inspektorat Kota Makassar untuk menerima laporan terkait pungli maupun indikasi korupsi. Aduan bersifat rahasia dan dilindungi sesuai ketentuan.

Roem memastikan Kominfo akan memperluas edukasi penggunaan Lontara ke tingkat RT/RW setelah pelantikan perangkat wilayah.

“Kami ingin semua warga memahami cara memanfaatkan fitur aduan agar pelayanan semakin cepat dan tepat,” Pungkasnya.

error: Content is protected !!