KabarMakassar.com — Harga beras di Sulawesi Selatan mulai bergerak turun, namun masih ada lima daerah yang tercatat berada sedikit di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Daerah itu adalah Kabupaten Selayar, Kabupaten Enrekang, Kabupaten Tana Toraja, Kabupaten Toraja Utara, dan Kota Makassar.
Kendati demikian, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan harga beras di lima daerah tersebut akan segera terkendali.
Pemerintah telah menyiapkan langkah percepatan melalui operasi pasar besar-besaran di seluruh Indonesia.
“Kalau operasi pasar 5 hari ke depan, saya yakin semua sudah di bawah HET,” ujar Amran, Kamis (28/08/2025).
Amran mengeklaim, operasi pasar kali ini merupakan operasi pasar terbesar. Pemerintah menyalurkan jutaan ton beras agar harga bisa segera ditekan.
“Kami sudah minta operasi pasar besar-besaran, dan ini terbesar karena kami turunkan beras 1,3 juta ton seluruh Indonesia. Ini mungkin operasi pasar terbesar untuk menekan harga,” jelas Amran.
Dari hasil pantauan pemerintah, kata Amran, dampak operasi pasar mulai terlihat. Beberapa provinsi sudah mengalami penurunan harga, meski tingkat penurunannya berbeda-beda.
“Alhamdulillah kami pantau dari Bapanas. Ada 10, ada mengatakan sudah 13, ada yang mengatakan 12 provinsi harganya sudah turun,” ucapnya.
Amran mengatakan, khusus Sulawesi Selatan, laporan terakhir menunjukkan harga beras berangsur turun.
Dia berharap tren ini terus berlanjut seiring dengan distribusi beras hasil operasi pasar.
“Mudah-mudahan turun. Menurut laporan tadi, kami terima dari pagi, itu juga sudah berangsur turun,” katanya.
Dia menegaskan, operasi pasar tidak hanya berorientasi pada konsumen. Pemerintah juga ingin memastikan petani tetap terlindungi agar keseimbangan harga tetap terjaga di tingkat produksi dan konsumsi.
“Tapi yang terpenting, kita harus menjaga harga, konsumen kita jaga, agar mendekatkan harga yang baik, juga petaninya kita jaga,” pungkasnya.














