KabarMakassar.com — Pemerintah melalui Kementerian Pertanian bakal melaksanakan operasi pasar beras secara besar-besaran.
Langkah ini diambil sebagai upaya menekan harga beras yang dalam beberapa pekan terakhir mengalami kenaikan signifikan di berbagai daerah.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan bahbwa operasi pasar kali ini bukan operasi biasa. Dia menyebut jumlah beras yang diturunkan ke pasaran mencapai skala terbesar sepanjang sejarah.
“Kami sudah minta operasi pasar besar-besaran, dan ini terbesar karena kami turunkan beras 1,3 juta ton seluruh Indonesia. Ini mungkin operasi pasar terbesar untuk menekan harga,” kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman, di Hotel Claro, Kamis (28/08/2025).
Dia menuturkan, sejauh ini, sejumlah daerah sudah menunjukkan penurunan harga beras, meski dengan kecepatan yang berbeda-beda.
“Alhamdulillah kami pantau dari Bapanas ada 10 provinsi, ada mengatakan sudah 13, ada yang mengatakan 12 provinsi yang harganya sudah turun,” jelasnya.
Amran menambahkan, tren penurunan harga beras ini merupakan sinyal positif bagi stabilitas pangan nasional.
Pemerintah menargetkan agar operasi pasar dapat menjaga harga beras tetap terkendali hingga mendekati HET (Harga Eceran Tertinggi).
Khusus di Sulawesi Selatan, Amran menyebut harga beras juga mulai berangsur turun.
Dia menyampaikan laporan yang diterimanya sejak pagi menunjukkan tanda-tanda penurunan harga di beberapa titik distribusi.
“Mudah-mudahan turun. Menurut laporan tadi, kami terima dari pagi, itu juga sudah berangsur turun,” ujarnya.
Amran menekankan bahwa menjaga harga beras tidak hanya berorientasi pada konsumen semata.
Menurutnya, keseimbangan harus tetap dijaga agar petani juga mendapatkan harga yang wajar atas hasil panen mereka.
Dengan begitu, rantai produksi dan konsumsi beras bisa berjalan sehat.
“Tapi yang terpenting, kita harus menjaga harga, konsumen kita jaga, agar mendekatkan harga yang baik, juga petaninya kita jaga,” pungkasnya.













