kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Kolaborasi Jadi Kunci Pengembangan Wirausaha Muda di Daerah

Kolaborasi Jadi Kunci Pengembangan Wirausaha Muda di Daerah
Pelaksanaan Alumni Talk bertajuk Strengthening Collaboration, Pemerintah dan Wirausaha Muda (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Kolaborasi antara pemerintah dan pengusaha muda menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal ini mengemuka dalam sesi Alumni Talk bertajuk Strengthening Collaboration, Pemerintah dan Wirausaha Muda yang digelar oleh Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia di Nobel Convention Center pada 13 April 2026.

Alumni ITB Nobel Indonesia, H. Andi Amil Amrillah, J. Sangaji menyoroti fenomena wirausaha yang umumnya didominasi usia 30 sampai dengan 40 tahun.

Akan tetapi, apresiasi tinggi diberikan kepada mahasiswa ITB Nobel yang sudah berani memulai bisnis, seperti usaha ricebowl, di sela-sela kesibukan akademik mereka.

“Pemerintah hadir sebagai fasilitator dan kolaborator. Salah satu bentuk penguatan kolaborasi nyata adalah melalui pemberian bantuan dan kemudahan bagi pelaku UMKM muda,” ujarnya, dikutip Kamis (16/04).

Alumnus Fakultas Pascasarjana tersebut menjelaskan bahwa pengembangan wirausaha di Takalar kini berhasil menduduki peringkat ketiga di Sulawesi Selatan berkat penerapan konsep kolaborasi yang melibatkan pemerintah, media massa, akademisi, industri bisnis, hingga komunitas. Meski begitu, tantangan besar masih ada pada pemahaman mahasiswa mengenai legalitas usaha.

Menurutnya, mahasiswa Nobel Indonesia harus melek perizinan. Menjadi pengusaha bukan hanya soal jualan, tapi bagaimana bisnis tersebut bermanfaat bagi masyarakat dengan landasan legalitas yang jelas.

“Saya melihat masih banyak mahasiswa yang kurang paham soal perizinan. Sebagai alumni Nobel, kalian harus hafal dan paham hal ini. Kalau mau bisnis kita benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, mulai dari hal mendasar yaitu lengkapi KTP, NPWP, NIB, hingga izin BPOM atau PIRT. Legalitas adalah kunci agar usaha kita dipercaya dan bisa berkembang lebih jauh,” terangnya.

Ia menyebut, agar para mahasiswa dapat menjadi pengusaha yang tidak hanya pandai melihat peluang, namun juga bijak dalam menjalin sinergi.

Sebab di era saat ini, bukan lagi waktunya untuk berkompetisi sendirian, melainkan saatnya berkolaborasi untuk tumbuh bersama.

error: Content is protected !!