kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Inflasi Sidrap Tembus 3,94 Persen, Pemkab Fokus Jaga Harga Pangan

Inflasi Sidrap Tembus 3,94 Persen, Pemkab Fokus Jaga Harga Pangan
Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Kabupate Sidrap Tahun 2026 (dok. Ist)

KabarMakassar.com — Tekanan inflasi di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) tercatat masih cukup tinggi pada April 2026. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sidrap menunjukkan inflasi tahunan (year on year/y-on-y) mencapai 3,94 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,81.

Kenaikan inflasi ini didorong oleh lonjakan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran, terutama makanan, minuman, dan tembakau yang meningkat hingga 5,93 persen. Selain itu, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran naik 4,25 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melonjak signifikan sebesar 16,36 persen.

BPS juga mencatat kenaikan pada kelompok lain seperti pakaian dan alas kaki sebesar 0,52 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,11 persen, serta transportasi sebesar 0,2 persen. Sementara itu, kelompok pendidikan dan rekreasi justru mengalami deflasi masing-masing sebesar 6,53 persen dan 0,42 persen.

Secara bulanan (month to month/m-to-m), inflasi Sidrap pada April 2026 tercatat sebesar 0,05 persen, sedangkan inflasi tahun berjalan (year to date/y-to-d) mencapai 2,78 persen.

Kondisi ini mendorong Pemerintah Kabupaten Sidrap memperkuat langkah pengendalian inflasi, terutama pada komoditas pangan strategis yang menjadi penyumbang utama kenaikan harga.

Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, menegaskan pentingnya menjaga stabilitas harga untuk melindungi daya beli masyarakat.

“Inflasi yang terkendali adalah kunci kesejahteraan. Kita harus memastikan stok bahan pokok aman, distribusi lancar, dan harga tetap terjangkau, terutama untuk komoditas pangan seperti beras, cabai, bawang, telur, dan minyak goreng,” tegasnya, Selasa (05/05/2026).

Pemerintah daerah menilai kestabilan harga pangan menjadi prioritas, mengingat komoditas tersebut memiliki kontribusi besar terhadap inflasi daerah.

Sebagai respons, Pemkab Sidrap menerapkan strategi pengendalian inflasi berbasis 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi efektif. Upaya ini dilakukan melalui pemantauan harga harian hingga pelaksanaan operasi pasar jika diperlukan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sidrap, Patahangi Nurdin, menekankan pentingnya peran lintas sektor dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, mulai dari produksi hingga distribusi.

Sementara itu, Kabag Perekonomian dan SDA, Haris Alimin, menyebut pemerintah terus mendorong peningkatan produksi pangan melalui pemanfaatan lahan tidur agar pasokan tetap terjaga.

Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menekan laju inflasi di Sidrap dalam beberapa bulan ke depan, sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga yang masih berfluktuasi.

error: Content is protected !!