kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

DPRD Sulsel Tuding Minim Kontribusi, Ini Keterangan Resmi PT Vale

KabarMakassar.com — Komisi D DPRD Sulawesi Selatan menuding minimnya kontribusi dalam kurung 50 tahun, akhirnya ditanggapi PT Vale. Dalam keterangan resminya oleh Senior Manager Communications PT Vale, Bayu Aji membantah apa yang dituduhkan oleh wakil rakyat tersebut.

Perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Kecamatan Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan diklaim pihak PT Vale bahwa selama beroperasi  sudah memberikan banyak manfaat kepada masyarakat Bumi Batara Guru.

Senior Manager Communications PT Vale, Bayu Aji dalam keterangannya, Senin (14/3), bahwa PT Vale telah berkontribusi dalam membangun manusia. Salah satunya dengan membuka peluang kerja yang saat ini sudah sekitar 11.000 pekerja dari masyarakat lokal maupun seantero nusantara.

Dimana saat ini sudah 87 % karyawan adalah masyarakat lokal Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, tempat tambang dan pabrik perusahaan beroperasi saat ini.

"Lebih setengah abad kami beroperasi di Indonesia. Perjalanan membentuk dan memberikan kami banyak pelajaran. Tentang bagaimana menjadi perusahaan yang menjalankan prinsip-prinsip penambangan yang baik dan berkelanjutan," ungkap Bayu Aji.

Selain itu, lanjut Bayu Aji, PT Vale juga disebutnya menjadi produsen nikel berbasis energi bersih. Keberadaan 3 PLTA PT Vale mampu meniadakan emisi karbon sebesar 1.096.705 ton CO2eq per tahun dari tidak menggunakan batubara sebagai bahan bakar.

Bahkan, PT Vale sudah mendistribusikan listrik 10,7 megawatt untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Luwu Timur.

Termasuk mengoperasikan boiler listrik yang nol emisi untuk kebutuhan pabrik pengolahan dari sebelumnya menggunakan bahan bakar fosil.

Dan selama ini aktivitas penghijauan setelah tambang usai juga dilakukan. PT Vale mengintegrasikan aktivitas penambangan dengan rehabilitasi lahan pasca tambang dengan luas total reklamasi lahan pascatambang telah mencapai 3.012,44 hektar di Blok Sorowako dengan alokasi dana tahunan rata-rata lebih dari 2 juta dollar AS.

"Membangun pusat pembibitan modern (nursery) untuk mendukung aktivitas rehabilitasi lahan pasca tambang. Nursery beroperasi sejak sejak 2006 di atas lahan seluas 2,5 hektar dengan kapasitas produksi rata-rata 700.000 bibit per tahun,"jelas Bayu Aji.

Sementara kontribusi untuk kas negara disebutkan telah mencapai 1,2 miliar dollar AS melalui pembayaran pajak dan non pajak sejak 2011 hingga 2021.

"3,3 milar dollar AS, total investasi PT Vale di Indonesia dalam 50 tahun terakhir,"kata Bayu Aji.

Ketua Komisi D DPRD Sulsel Rahman Pina mendesak kontrak PT Vale di Sorowako yang akan habis pada 28 Desember 2025 tidak lagi diperpanjang oleh pemerintah pusat.

Rahman Pina legislator fraksi Golkar menyebut, pertambangan nikel di Sorowako akan lebih besar manfaatnya bila dikelola pengusaha lokal. Dimana saat ini banyak pengusaha lokal yang berkemampuan melakukan kegiatan eksplorasi pertambangan dengan tetap mengedepankan dan menyeimbangkan pengelolaan lingkungan.

"DPRD Sulsel meminta agar pemerintah pusat tidak memperpanjang kontrak kerja ini. Selama 50 Tahun PT Vale di Sulsel hanya menyisakan masalah, kerusakan lingkungan. Tidak ada nilai ekonomi bagi masyarakat," ujar Rahman Pina mantan anggota DPRD Makassar itu.

"Lebih cepat Vale angkat angkat kaki dari Sulsel lebih baik. Saatnya anak anak negeri ini mengelola kekayaan alam sendiri," tegasnya.

Sementara masih ditambahkan Senior Manager Communications PT Vale, Bayu Aji, bahwa perusahaan tambah nikel itu juga menyiapkan tenaga terampil.

Untuk Tahun 2021, PT Vale menyekolahkan 170 karyawan untuk mengikuti Program Studi Pendidikan Profesi Insinyur sebagai upaya meningkatkan kompetensi, profesionalitas sekaligus implementasi regulasi pemerintah.

Tahun 1991, di bawah payung Yayasan Pendidikan Sorowako, PT Vale mendirikan Akademi Teknik Sorowako (ATS) untuk menghasilkan pemuda-pemudi lokal terampil siap pakai.

Selain itu, masih kata Bayu Aji, PT Vale juga mengedukasi petani dan kelompok perempuan. Melalui Program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB) sejak 2015, PT Vale membina dan mendampingi petani dan kelompok perempuan di area pemberdayaan untuk mampu dan aktif membudidayakan pertanian organik dan herbal.

"Membimbing dan melakukan asistensi kepada 400 UMKM di empat wilayah pemberdayaan PT Vale di Blok Sorowako.

Aktivitas tersebut menghasilkan 100 produk unggulan UMKM dan 30 produknya telah menembus pasar di Sulawesi,"ujarnya.

Fasilitas untuk masyarakat

Untuk memenuhi sarana kehidupan tenaga kerja di area operasional, PT Vale membangun fasilitas umum yang juga dapat digunakan masyarakat luas. Seperti jalan, pasar, sekolah, gedung pertemuan, rumah sakit dan bandar udara.

Biaya pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum tersebut mencapai 845 juta dollar AS (1973-1978).

"Jalan untuk unit logistik PT Vale dari Sorowako-Malili sepanjang 64 kilometer yang juga menjadi akses utama transporatasi darat untuk masyarakat umum,"tandas Bayu Aji.

error: Content is protected !!