KabarMakassar.com — Keterlibatan Universitas Bosowa (Unibos) dalam forum akademik internasional kembali terbukti melalui partisipasi aktif dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Dr. Burhan, S.Pd., M.Pd., pada ICIEEd 2025: The 2nd International Conference on Innovation in Elementary Education.
Konferensi bergengsi ini mengangkat tema “Deep Learning and AI in Elementary School Education: A New Era of Meaningful and Character-Based Learning” dan berlangsung selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Oktober 2025, di Hotel Ciputra World, Surabaya.
Forum ilmiah tersebut menjadi wadah strategis bagi para akademisi dari berbagai negara untuk berbagi gagasan dan hasil riset terkini mengenai inovasi pendidikan dasar di era kecerdasan buatan.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Himpunan Dosen PGSD Indonesia (HDPGSDI) yang melibatkan perguruan tinggi negeri dan swasta seluruh Indonesia, dengan dukungan dari Kemendikdasmen, serta partisipasi akademisi dari Thailand dan Australia.
Empat kampus dari tim Suramadu, yaitu Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Muhammadiyah Surabaya, Universitas PGRI Sumenep, dan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, turut menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan ini.
Sebagai pengurus nasional HDPGSDI, Dr. Burhan hadir mewakili Unibos dan berperan aktif dalam memperkuat kontribusi akademik universitas di kancah internasional.
Melalui penelitian berjudul “Pembelajaran Bermakna, Menyenangkan, dan Penuh Kesadaran: Perspektif Guru dan Siswa Sekolah Dasar,” ia menyoroti pentingnya pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada nilai karakter dan kesadaran siswa sesuai konteks budaya lokal.
Dalam keterangannya, Dr. Burhan menegaskan bahwa forum seperti ICIEED 2025 memiliki peran penting dalam membahas pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan berorientasi pada kebutuhan masa depan.
“Ini bukan hanya tentang berbagi riset, tetapi juga membangun jejaring kerja sama riset antarkampus, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Kolaborasi semacam ini sangat penting bagi kemajuan pendidikan dasar,” ujarnya.
Kehadiran Unibos dalam konferensi ini juga mencerminkan keseriusan universitas dalam mendukung pengembangan kompetensi dosen dan peningkatan kualitas akreditasi program studi. Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan akademik internasional,
Unibos semakin memperkokoh reputasinya sebagai institusi yang adaptif, progresif, dan berorientasi global.
“Banyak hal baru yang saya peroleh dari forum ini, baik untuk pengembangan pribadi maupun kontribusi bagi institusi. Ini menjadi langkah penting untuk memperluas wawasan dan memperkuat posisi Unibos dalam dunia akademik,” tambahnya.
Dr. Burhan juga menyampaikan harapan agar dukungan terhadap kegiatan ilmiah semacam ini semakin ditingkatkan.
“Kami berharap Unibos terus memberikan ruang dan dukungan bagi dosen untuk berpartisipasi dalam konferensi internasional seperti ini, karena sangat bermanfaat bagi pengembangan ilmu dan reputasi universitas,” tutupnya.
Melalui langkah ini, Universitas Bosowa kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen mendorong inovasi pendidikan berbasis karakter dan teknologi di tingkat global.














