kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Unhas Rancang Ekosistem Pangan SPPG dari Kandang hingga Meja Makan

Unhas Rancang Ekosistem Pangan SPPG dari Kandang hingga Meja Makan
Dekan Fakultas Peternakan Unhas, Prof. Dr. Syahdar Baba (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Unhas) mengambil peran strategis dalam mendukung operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan merancang ekosistem pangan terintegrasi mulai dari tingkat peternak hingga produk siap konsumsi.

Dekan Fakultas Peternakan Unhas, Prof. Dr. Syahdar Baba, mengungkapkan bahwa fakultas yang dipimpinnya tidak sekadar menyiapkan pasokan bahan pangan, tetapi juga membangun model rantai nilai berbasis riset agar produk yang masuk ke SPPG memiliki kualitas lebih baik dan bernilai tambah bagi peternak.

“Kami ditugaskan mendesain dari hulu. Bukan hanya menyediakan telur, tetapi bagaimana telur yang masuk ke SPPG memiliki nilai lebih melalui intervensi teknologi dan hasil riset yang kami kembangkan,” kata Syahdar, Minggu (07/06).

Menurutnya, sejak awal perencanaan SPPG Unhas, Fakultas Peternakan terlibat dalam penyusunan strategi kontribusi Unhas. Bersama fakultas lain yang berkaitan dengan sektor pangan, pihaknya diminta menyiapkan model rantai pasok yang mampu menjamin ketersediaan pangan sehat, berkualitas, dan tetap ekonomis.

Salah satu fokus utama yang kini dikembangkan adalah produksi telur dengan kualitas yang ditingkatkan melalui perbaikan formulasi pakan dan pemberian suplemen tertentu pada peternakan mitra. Inovasi tersebut diharapkan menghasilkan telur dengan kandungan nutrisi yang lebih baik dibanding produk konvensional.

“Kalau hanya menyediakan telur, itu sudah banyak. Yang diminta adalah bagaimana hasil riset kampus bisa diterapkan di tingkat peternak sehingga produk yang dihasilkan lebih unggul dan tetap memenuhi skema harga yang berlaku di SPPG,” ujarnya.

Syahdar menjelaskan, Fakultas Peternakan saat ini telah menjalin komunikasi dengan sejumlah peternak mitra untuk menyiapkan kebutuhan pasokan yang akan digunakan dalam program tersebut. Hasil riset dosen dan mahasiswa menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas produksi sekaligus memperkuat kesejahteraan peternak.

Selain membangun rantai pasok pangan, Fakultas Peternakan juga menyiapkan program edukasi yang ditujukan kepada siswa penerima manfaat. Program itu bertujuan menumbuhkan pemahaman mengenai proses panjang produksi pangan sehingga mendorong penghargaan yang lebih besar terhadap petani dan peternak.

“SPPG tidak hanya berbicara soal pemenuhan gizi. Kami melihat ada ruang membangun karakter dan empati siswa terhadap produsen pangan. Ketika mereka memahami proses produksi pangan, harapannya kesadaran untuk tidak menyia-nyiakan makanan juga akan tumbuh,” jelasnya.

Ia mencontohkan praktik di Jepang yang memasukkan edukasi mengenai proses produksi pangan sebagai bagian dari program makan di sekolah. Pendekatan tersebut dinilai berhasil membangun kedekatan siswa dengan sektor pertanian dan peternakan sekaligus mengurangi pemborosan makanan.

Di sisi lain, Syahdar menegaskan Fakultas Peternakan tidak akan menjadi pelaku bisnis dalam rantai pasok SPPG. Peran fakultas difokuskan pada penyediaan teknologi, pendampingan peternak, serta penyiapan produk dari sisi hulu.

“Fakultas bertugas menyiapkan sistem produksinya, risetnya, dan memastikan kualitas produknya. Untuk proses bisnis dan distribusi nantinya akan berjalan melalui unit usaha yang memang dibentuk Unhas,” tegasnya.

Saat ini, Fakultas Peternakan Unhas juga didukung sejumlah fasilitas produksi seperti teaching factory, kandang closed house, unit pengembangan ayam kampung, serta jaringan peternak binaan yang dinilai mampu menjadi fondasi pengembangan ekosistem pangan berkelanjutan bagi SPPG.

“Yang kami siapkan adalah hulunya. Kami memastikan produk yang dihasilkan memiliki standar kualitas yang baik sebelum masuk ke rantai distribusi SPPG,” tukas Syahdar.

error: Content is protected !!