KabarMakassar.com — Komitmen Pemkab Jeneponto dalam mempercepat penurunan angka stunting kini bertumpu pada keakuratan data dan sinergi lintas sektor. Hal ini dibahas secara mendalam dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting yang dipimpin langsung oleh Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir, di Ruang Rapat Bupati, Jumat (5/6).
Rapat krusial ini juga dihadiri oleh Pj. Sekretaris Daerah Jeneponto, Dr. Aspa Muji, Kepala Bappeda Kabupaten Jeneponto: Dr. Alfian Afandy Syam, Kepala Dinas P2KB Kabupaten Jeneponto: Dr. St. Meriam, Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Jeneponto: Dr. Mustaufiq, Kepala Dinas Kesehatan, para camat, perwakilan kepala puskesmas, serta unsur TNI-Polri.
Dalam arahannya, Bupati Paris Yasir menegaskan bahwa program ini harus ditopang oleh data yang valid dan terintegrasi agar seluruh intervensi program bisa berjalan tepat sasaran.
Sebagai langkah konkret, Kepala Dinas P2KB Kabupaten Jeneponto, Dr. St. Meriam, menginisiasi sebuah proyek perubahan bertajuk GESIT DATA PRESISI (Gerakan Sistemik Integrasi Validasi Data Keluarga Risiko Stunting dan Stunting untuk Kebijakan Presisi).
” Inovasi ini dirancang untuk mendorong integrasi, sinkronisasi, dan validasi data lintas sektor guna menghadirkan satu data yang akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan,”ujarnya, Sabtu sore (6/6).
Meriam menjelaskan bahwa keberhasilan program penanganan stunting sangat bergantung pada kualitas data. Jika tidak valid, program berpotensi salah sasaran.
“GESIT DATA PRESISI hadir sebagai upaya memperkuat kualitas data keluarga risiko stunting dan data stunting agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar berbasis fakta lapangan. Dengan data yang presisi, maka program dan intervensi yang dilakukan akan semakin efektif dan tepat sasaran,” jelas Dr. St. Meriam.
Lebih jauh, Ia mengungkapkan bahwa salah satu poin penting yang disepakati dalam rapat tersebut adalah pelaksanaan pengukuran serentak pada 17 Juni 2026 di seluruh wilayah Kabupaten Jeneponto.
Menurutnya, langkah ini menjadi bagian penting dalam proses validasi dan pemutakhiran data lapangan yang akan menyokong sistem GESIT DATA PRESISI.
Selain pembenahan data, Dinas P2KB Jeneponto juga tetap mengoptimalkan program pendukung lainnya, seperti, pendampingan keluarga berisiko stunting (KRS), pembinaan bagi calon pengantin dan edukasi kesehatan reproduksi, penguatan pola asuh keluarga, pemberdayaan Tim Pendamping Keluarga (TPK) di tingkat desa dan kelurahan.
“Melalui kolaborasi lintas sektor dan implementasi GESIT DATA PRESISI, Dinas P2KB Kabupaten Jeneponto optimistis target penurunan stunting dapat dicapai secara efektif dan berkelanjutan, demi melahirkan generasi Jeneponto yang sehat, cerdas, dan berkualitas menuju Jeneponto Bahagia,” pungkasnya.














