KabarMakassar.com — Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulawesi Selatan terus berupaya menekan angka pengangguran dengan menggencarkan penyelenggaraan job fair dan pelatihan kerja.
Kegiatan ini dinilai sebagai strategi efektif untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja, sekaligus meningkatkan keterampilan calon tenaga kerja.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan pun mendorong keterlibatan banyak pihak dalam menyukseskan program ini, termasuk lembaga pendidikan, perguruan tinggi, serta pelaku usaha.
Job fair yang digelar bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) beberapa waktu lalu menjadi salah satu bentuk nyata dari kolaborasi tersebut.
“Kami dorong terus sejumlah perusahaan untuk membuka lapangan kerja. salah satu cara mempertemukan antara pemberi lapangan kerja dengan pencari lapangan kerja kami melakukan kerja sama dengan sejumlah lembaga, misalnya job fair yang baru-baru ini bekerja dengan Unhas,” ujar Kepala Disnakertrans Sulsel, Jayadi Nas, Selasa (08/07).
Tak hanya itu, Disnakertrans juga sudah menjadwalkan job fair lanjutan untuk semakin menjangkau pencari kerja. Menurut Jayadi, kegiatan ini akan terus digelar sebagai sarana pertemuan antara pencari kerja dan penyedia tenaga kerja.
“Jadi job fair yang kami lakukan itu adalah untuk mempertemukan antara perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dengan teman-teman kita yang membutuhkan pekerjaan,” tuturnya.
Selain job fair, Disnakertrans Sulsel juga aktif menyelenggarakan pelatihan keterampilan bagi masyarakat.
Program pelatihan ini ditujukan untuk mencetak tenaga kerja yang siap bersaing di pasar kerja atau membuka usaha secara mandiri.
Pelatihan dilakukan tidak hanya untuk pemula, tapi juga bagi mereka yang ingin meningkatkan kompetensinya.
“Di sisi lain kami juga melakukan pelatihan. Kami melatih orang dengan berbagai macam keterampilan. Yang sudah punya keterampilan kami upgrade untuk lebih bagus lagi keterampilannya,” jelas Jayadi.
Dia menambahkan bahwa dukungan dunia usaha sangat penting dalam menciptakan lapangan kerja. Karena itu, forum silaturahmi dengan para pengusaha juga terus dilakukan untuk mendorong pembukaan akses kerja yang lebih luas bagi masyarakat.
Jayadi menegaskan bahwa pengangguran merupakan masalah lintas sektor yang membutuhkan kerja sama berbagai pihak.
Menurutnya, tidak cukup jika hanya Disnakertrans yang bergerak, tetapi harus melibatkan instansi pendidikan, perizinan, hingga pelaku investasi untuk memperluas penciptaan lapangan kerja.
“Menghadapi pengangguran kan itu tidak berdiri sendiri di Disnakertrans, sehingga kami membutuhkan kerja sama dengan teman-teman, apakah itu di dinas pendidikan, apakah itu teman-teman misalnya di PTSP tentang bagaimana mendorong investasi sehingga bisa terbuka lapangan kerja,” pungkasnya.














