kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

238 Ribu Orang di Sulsel Menganggur Karena Lapangan Kerja Minim

238 Ribu Orang di Sulsel Menganggur Karena Lapangan Kerja Minim
Ilustrasi pencari kerja (dok. Freepik)

KabarMakassar.com — Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan mencatat jumlah pengangguran di Sulsel mencapai 238.800 orang pada Februari 2025.

Jumlah ini meningkat dibandingkan Februari 2024 yang sebanyak 230.670 orang. Dengan begitu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sulsel kini berada di angka 4,96 persen.

“TPT 2024-2025 ada kenaikan, di mana data BPS itu di bulan Februari pengangguran naik menjadi 238.000-an dari sebelumnya 208.000-an,” ujar Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Sulsel, Jayadi Nas, Selasa (08/07).

Disnakertrans Sulsel menilai, kenaikan ini menandai adanya tekanan ketenagakerjaan di tengah pertumbuhan angkatan kerja.

Jayadi mengungkapkan bahwa Sulsel sedang menghadapi situasi di mana pertumbuhan angkatan kerja berlangsung cepat, tetapi ketersediaan lapangan kerja belum mampu mengimbanginya. Hal ini menyebabkan banyak lulusan baru yang akhirnya menganggur.

“Karena ini kan terjadi suatu anomali. Di satu sisi, banyak anak-anak kita yang tamat SMA, banyak anak-anak kita yang tamat perguruan tinggi, tapi tidak seiring dengan pengembangan terbukanya lapangan kerja sehingga pasti terjadi yang namanya pengangguran,” jelasnya.

Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada Februari 2025, jumlah angkatan kerja di Sulawesi Selatan tercatat sebanyak 4,82 juta orang.

Jumlah ini mengalami peningkatan sekitar 108,41 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni Februari 2024

Sejalan dengan itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga mengalami kenaikan sebesar 0,58 persen poin.

Dari total angkatan kerja tersebut, terdapat 4,58 juta orang yang telah bekerja pada Februari 2025. Angka ini menunjukkan adanya pertambahan sebanyak 100,29 ribu orang dibandingkan dengan Februari 2024.

Sektor usaha yang menyerap tenaga kerja paling banyak adalah Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi serta Perawatan Mobil dan Sepeda Motor, dengan penambahan tenaga kerja mencapai 104,07 ribu orang.

Namun, meski jumlah pekerja meningkat, persentase pekerja di sektor formal justru mengalami penurunan. Pada Februari 2025, hanya 1,71 juta orang atau 37,37 persen yang bekerja di sektor formal, turun sebesar 3,57 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya.

Di sisi lain, terjadi penurunan pada persentase setengah pengangguran sebesar 0,29 persen poin. Sebaliknya, jumlah pekerja paruh waktu meningkat cukup signifikan, yaitu naik sebesar 5,08 persen poin dibandingkan Februari 2024.

error: Content is protected !!