kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Disebut Mahasiswi Akhiri Hidup Karena Tugas, Ini Penjelasan BEM KMFIB

KabarMakassar.com — Beredar rumor penyebab mahasiswi Universitas Hasanuddin (Unhas) berinisial F (19) yang tewas gantung diri dikarenakan banyaknya tugas kampus dan pengaderan yang diikuti.

Kapolsek Tamalanrea, Kompol Saharuddin, dalam keterangan tertulisnya mengatakan korban F tewas akibat gantung diri. 

Diketahui jenazah F ditemukan oleh teman-teman berserta kerabat korban di sebuah rumah kosong tepat dengan kondisi leher terlilit kabel. “Iya gantung diri,” ungkapnya, Senin (14/11)

Selain itu, berdasarkan pengakuan saksi berinisial W (18) yang juga merupakan kerabat korban, beberapa hari sebelumnya korban sering mengeluh banyaknya tugas kampus dan pengaderan yang harus diikuti oleh korban.

“Menurut pengakuan saksi, beberapa hari sebelumnya korban sering mengeluh banyaknya tugas kampus dan pengaderan yang harus diikuti oleh korban,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (KMFIB) Unhas, Syahril Lesbatta dalam keterangan tertulisnya mengatakan, korban F (19) merupakan mahasiswa baru angkatan 2022 jurusan Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok Fakultas Ilmu Budaya Unhas.

Syahril turut menjelaskan dan menepis asumsi tentang banyaknya tugas dan pengaderan yang dikeluhkan korban F (19) sebelum tewas gantung diri.

Pihaknya menyebut korban F (19) hanya mengikuti 4 kali pertemuan pengaderan dari total 12 kali pertemuan yang dilaksanakan.

Selain itu, korban F (19) juga hanya mengikuti kegiatan pemberian materi dan mengumpulkan tugas tertulis sebanyak 2 kali.

"Berdasar pada data agenda, kegiatan pengaderan fakultas saat ini telah dilaksanakan sebanyak 12 kali pertemuan dan almarhumah hanya hadir sebanyak 4 kali. Selama kehadirannya, almarhumah hanya mengikuti kegiatan pemberian materi dan mengumpulkan tugas tertulis sebanyak 2 kali," ungkapnya, Selasa (15/11).

Selanjutnya, Syahril menjelaskan korban F (19) terakhir kali menghadiri kegiatan pengaderan pada Jumat (11/11) lalu, namun izin kepada panitia untuk pulang dengan alasan sakit. 

Selanjutnya korban tak lagi mengikuti kegiatan esok harinya dengan alasan yang sama sedang tidak enak badan.

"Pada pengumpulan terakhir yang ia hadiri, tepatnya pada Jumat (11/11) beliau sempat hadir pada awal dimulainya pengumpulan namun izin ke panitia pelaksana untuk pulang dikarenakan mengeluh sakit perut. Esok harinya, Sabtu (12/11) saat pengumpulan selanjutnya, almarhumah izin kembali untuk tidak mengikuti pengumpulan dengan alasan yang sama yaitu sedang tidak enak badan," sambungnya.

Syahril juga mengaku setelah kehadiran terakhir korban F (19) pada pertemuan pemberian materi dan tugas tertulis pihaknya tidak pernah bersentuhan langsung dengan korban dan juga tidak memberikan tugas tambahan untuk menutupi ketidakhadiran korban.

Syahril pun menyebut pihaknya meragukan keterkaitan penyebab kematian korban F (19) yang disebabkan oleh pengaderan fakultas seperti yang beredar di media.

"Setelah kehadiran terakhirnya itu, BEM KMFIB UH melalui panitia tidak pernah bersentuhan langsung dengannya dan juga tidak memberikan tugas tambahan untuk menutupi ketidakhadirannya. Maka dari itu BEM KMFIB UH meragukan keterkaitan penyebab kematian almarhumah yang disebabkan oleh pengaderan fakultas seperti yang beredar di media maupun masyarakat," jelasnya.

error: Content is protected !!