kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Dinkes Sulsel Perketat Pengawasan Cegah Kasus Keracunan MBG

Dinkes Sulsel Perketat Pengawasan Cegah Kasus Keracunan MBG
Siswa saat menyantap MBG (dok. Kabar Makassar)

KabarMakassar.com — Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan langkah antisipatif terus diperkuat menyusul maraknya kasus keracunan makanan di sejumlah daerah. Pihaknya memastikan penyediaan Makanan Beergizi Gratis (MBG) menjadi prioritas agar siswa terhindar dari risiko kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Ishaq Iskandar, menyebutkan bahwa kolaborasi lintas lembaga telah digencarkan. Pengawasan dan penyuluhan terus dilakukan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, untuk menjamin kualitas makanan yang dikonsumsi masyarakat.

“Kami kolaborasi dengan BPOM, BBLK, Dinkes kabupaten/kota, serta puskesmas untuk melakukan pengawasan dan penyuluhan kepada SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) maupun dapur gizi. Di sana juga kami libatkan ahli gizi,” ujar Ishaq.

Selain itu, koordinasi juga dilakukan bersama Dinas Ketahanan Pangan, Satgas, dan Kantor Pelayanan Gizi (KPPG) di Makassar. Upaya ini diharapkan menjadi benteng dalam mencegah kasus serupa terjadi di masyarakat.

“Ini tugas bersama dari Badan POM, juga dari Dinkes, dari Ketapang juga tentu bersama-sama untuk ada Satgasnya kan. Termasuk sudah ada KPPG-nya di Makassar,” ujar Ishaq.

Dia menambahkan, fasilitas dapur gizi di sekolah maupun tempat penyedia makanan telah dilengkapi tenaga pengawas. Hal ini untuk memastikan seluruh proses penyajian makanan sesuai standar kesehatan.

“Dapur gizi itu sudah ada tenaga pengawasnya, masing-masing ada tiga, yaitu tenaga gizi, tenaga sarjana penggerak, dan pengawas langsung,” jelasnya.

Menurut Ishaq, faktor higienitas menjadi salah satu pemicu utama terjadinya keracunan. Makanan yang tidak terjaga kebersihannya berpotensi menimbulkan bakteri maupun virus penyebab masalah kesehatan.

“Mungkin itu persoalan higienis ya. Kalau makanannya basi, ada kemungkinan bakteri, E.coli, atau virus yang bisa menyebabkan keracunan,” terangnya.

Pemprov Sulsel, kata dia, berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap laporan kasus yang muncul. Dinkes Sulsel menegaskan tidak akan tinggal diam jika masyarakat terdampak persoalan kesehatan akibat makanan.

“Tetap kami juga akan membantu, melihat, dan setiap ada hal-hal seperti itu, pasti kita akan tindak lanjuti. Insyaallah,” tambahnya.

Ishaq pun mengimbau seluruh penyedia makanan agar memperhatikan aspek kebersihan dan sanitasi. Dia menegaskan, keamanan makanan menjadi tanggung jawab bersama demi kesehatan masyarakat.

“Agar dijaga kebersihannya, higienisnya, sanitasinya, semuanya. Terutama oleh penjaga makanan atau pihak yang memberikan,” pungkasnya.

error: Content is protected !!