KabarMakassar.com — Ancaman kemarau panjang akibat fenomena El Nino Godzilla mulai diantisipasi serius Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) mengaktifkan tujuh posko siaga dan menyiapkan sekitar 60 armada untuk menghadapi dua risiko utama kebakaran dan krisis air bersih.
Kepala Dinas Damkarmat Makassar, Fadli Wellang, menegaskan kondisi cuaca ekstrem tidak bisa dianggap sepele.
“Kita menghadapi dua potensi besar, yaitu kebakaran dan kekeringan. Suhu tinggi membuat benda mudah terbakar, jadi masyarakat jangan sampai lalai,” tegasnya, Rabu (15/04).
Sebagai langkah darurat, Damkarmat tidak hanya fokus pada penanganan api, tetapi juga ikut memperkuat distribusi air bersih. Armada yang dimiliki akan dikerahkan untuk membantu suplai ke wilayah terdampak kekeringan, bersinergi dengan layanan PDAM.
“Untuk kekeringan, kami akan backup penyaluran air bersih menggunakan armada Damkar. Tapi tetap ada tim standby, karena kita tidak bisa turunkan semua unit,” ujar Fadli.
Tujuh posko siaga yang diaktifkan tersebar di sejumlah titik strategis, termasuk markas komando di Jalan Ratulangi serta enam wilayah luar seperti Karang Anyar, Ujung Tanah, KIMA, Tamalanrea, Manggala, hingga Bangkala. Seluruh posko tersebut difungsikan penuh selama musim kemarau berlangsung.
Di sisi lain, Ia juga menyoroti potensi kebakaran lahan kosong yang meningkat saat musim kering. Kondisi rumput kering ditambah kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan dinilai menjadi pemicu utama.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Peran camat, lurah, RT/RW sangat penting untuk mengawasi lahan kosong, apalagi yang sering jadi tempat pembuangan sampah,” jelasnya.
Meski sekitar 60 armada telah disiagakan dan disebar di berbagai posko, Fadli mengakui tantangan di lapangan tetap besar. Distribusi air harus dilakukan berulang dengan pengisian ulang, sementara kesiapsiagaan kebakaran tidak boleh dikendurkan.
“Kita upayakan maksimal agar semua bisa terlayani, tapi tetap harus ada kesiapan untuk kondisi darurat kapan saja,” tukasnya.














