kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Bupati Luwu Ultimatum Pejabat Baru, Enam Bulan Tak Berkinerja Diminta Mundur

Bupati Luwu Ultimatum Pejabat Baru, Enam Bulan Tak Berkinerja Diminta Mundur
Bupati Luwu, Patahudding melantik sejumlah pejabat lingkup Pemkab Luwu (dok. Ist)

KabarMakassar.com — Bupati Luwu, Patahudding memberikan tenggat waktu enam bulan kepada pejabat yang baru dilantik di lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu untuk menunjukkan kinerja nyata. Ia menegaskan bahwa pejabat yang tidak mampu memenuhi harapan dalam kurun waktu tersebut diminta untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan saat pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, serta kepala puskesmas di Aula Andi Kambo, Kompleks Perkantoran Kabupaten Luwu, Jumat (10/4.

Ultimatum ini menjadi fokus karena menekankan pentingnya hasil kerja konkret dalam waktu singkat di tengah banyaknya program pembangunan daerah yang harus diselesaikan.

Dalam sambutannya, Patahudding menekankan bahwa jabatan yang diemban oleh para pejabat bukan sekadar simbol atau seremonial semata. Ia mengingatkan bahwa setiap posisi yang diberikan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi.

Profesionalisme dan komitmen pelayanan publik disebut menjadi hal utama yang harus dijaga oleh seluruh pejabat yang baru dilantik. Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja aparatur pemerintah daerah.

“Jabatan adalah kepercayaan yang harus dijunjung tinggi, bukan hanya di hadapan masyarakat, tetapi juga di hadapan Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, saya minta saudara-saudara bekerja secara profesional, penuh dedikasi, dan sepenuh hati dalam melayani masyarakat,” ujar Patahudding.

Patahudding juga secara tegas memberikan batas waktu bagi pejabat yang dilantik untuk membuktikan kapasitas dan kemampuan mereka dalam menjalankan tugas. Ia menilai masa jabatan yang terbatas harus dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan program kerja yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Penegasan tersebut sekaligus menjadi bentuk evaluasi awal terhadap kinerja pejabat dalam menjalankan tanggung jawabnya. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada efektivitas kerja aparatur pemerintahan.

“Saya beri waktu enam bulan untuk memperlihatkan kinerja. Jika tidak sesuai harapan, silakan mengundurkan diri. Kita butuh kerja nyata karena masa jabatan ini terbatas dan masih banyak program yang harus dituntaskan,” tegasnya.

Selain menekankan target kinerja, Bupati juga menegaskan bahwa penempatan jabatan yang dilakukan dalam pelantikan tersebut tidak didasarkan pada kepentingan politik. Ia memastikan bahwa proses penempatan pejabat dilakukan sesuai kebutuhan organisasi dan untuk mendukung peningkatan pelayanan publik kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan untuk meredam spekulasi publik terkait potensi intervensi politik dalam pengisian jabatan di lingkungan pemerintah daerah. Dengan demikian, seluruh pejabat diharapkan fokus pada pelaksanaan tugas tanpa membawa kepentingan di luar pelayanan masyarakat.

“Tidak ada lagi urusan politik. Ini semata-mata untuk pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Luwu,” lanjutnya.

Secara khusus, Patahudding juga memberikan perhatian kepada pejabat di sektor kesehatan, terutama kepala puskesmas yang baru dilantik. Ia meminta agar pelayanan kesehatan masyarakat terus ditingkatkan, khususnya dalam upaya menurunkan angka stunting dan gizi buruk di wilayah Kabupaten Luwu.

Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci penting dalam mempercepat penanganan masalah kesehatan masyarakat. Selain itu, ia juga mendorong aparatur sipil negara untuk mengedepankan nilai-nilai ASN BerAKHLAK serta menciptakan inovasi pelayanan publik yang sejalan dengan visi pembangunan daerah.

Di sisi lain, ia juga menginstruksikan kepada camat dan lurah untuk menjadikan kebersihan lingkungan sebagai bagian dari indikator kinerja wilayah. Ia menilai kebersihan lingkungan menjadi aspek penting dalam menciptakan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik.

Instruksi tersebut mencakup pelaksanaan kegiatan kebersihan rutin setiap pekan sebagai bentuk tanggung jawab aparatur pemerintah di tingkat wilayah. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

“Mulai hari ini, setiap Jumat sebelum bekerja wajib melaksanakan kegiatan kebersihan. Saya tidak ingin ada wilayah yang kotor. Kebersihan lingkungan menjadi bagian dari penilaian kinerja,” tegasnya.

Adapun sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik dalam kegiatan tersebut antara lain Masling sebagai Inspektur Daerah, Ahmad Awwabin sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Iqbal Halwi sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, serta Kasmaruddin sebagai Staf Ahli Bidang Sosial Politik.

Pelantikan ini turut dihadiri Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevy Bijak Pawindu, Ketua DPRD Luwu, Penjabat Sekretaris Daerah, serta unsur Forkopimda dan pimpinan organisasi perangkat daerah Luwu.

error: Content is protected !!