KabarMakassar.com — Seorang wanita peserta aksi dari Aliansi Rakyat Sulbar Tolak Tambang dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulbar, Senin (05/05), setelah tak sadarkan diri di tengah unjuk rasa.
Peristiwa itu terjadi saat massa menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Sulawesi Barat, sejak pukul 10.00 hingga 12.30 WITA. Kondisi cuaca yang terik diduga menjadi salah satu penyebab turunnya kondisi fisik para peserta aksi.
Wanita tersebut tampak diangkat keluar dari kerumunan massa dalam kondisi lemas. Tim medis dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulbar yang sigap langsung mengevakuasinya menggunakan ambulans.
Selain itu, seorang pemuda juga mengalami cedera di bagian tangan saat terjadi aksi saling dorong antara demonstran dan aparat kepolisian.
Hingga berita ini diturunkan, massa aksi masih bertahan di depan Kantor Gubernur Sulbar, menuntut pernyataan sikap langsung dari Gubernur terkait penolakan tambang yang mereka suarakan.
Sebelumnya diberitakan, ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Sulbar Tolak Tambang menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Senin (05/05).
Mereka menuntut pencabutan izin tambang pasir di Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, dan Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju.
Akses ke kantor gubernur sempat tertutup rapat karena gerbang dijaga ketat oleh aparat kepolisian, sehingga massa tertahan di luar. Aksi sempat memanas dan diwarnai dorong-dorongan antara pengunjuk rasa dan aparat.
Koordinator lapangan aksi, Zulkarnain, menegaskan bahwa kehadiran mereka murni untuk membela tanah kelahiran yang kini terancam aktivitas tambang.
“Kami datang tidak ingin minta jabatan dll kami hanya datang untuk memperjuangkan kedamaian kampung kami,” ucapnya.
Kedatangannya hanya untuk memperjuangkan tanah kelahiran dan mata pencaharian yang sudah terancam oleh tambang.
“Kemana anak cucu kami untuk membangun rumah jika kampung kami diambil alih oleh tambang,” tambahnya.














