KabarMakassar.com — Pergerakan masyarakat selama musim mudik Lebaran 2026 di Sulawesi Selatan diperkirakan meningkat signifikan. Data Kementerian Perhubungan menunjukkan provinsi ini menjadi salah satu daerah dengan arus pergerakan terbesar di luar Pulau Jawa.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut Sulsel memiliki kepadatan tinggi dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran, terutama pada moda transportasi udara dan laut.
“Sulsel itu merupakan daerah yang cukup padat dalam penyelenggaraan angkutan lebaran, khususnya transportasi udara dan laut,” ujar Dudy, belum lama ini.
Berdasarkan proyeksi Kemenhub, Sulsel menempati posisi keenam sebagai daerah asal pemudik terbesar secara nasional. Lima provinsi di atasnya didominasi wilayah Pulau Jawa.
Jumlah warga yang diperkirakan berangkat dari Sulsel menuju berbagai daerah lain mencapai 3,92 juta orang. Angka tersebut setara sekitar 2,7 persen dari total pergerakan nasional selama musim mudik.
Tidak hanya sebagai daerah pengirim, Sulsel juga menjadi salah satu tujuan utama arus balik dan mudik. Untuk kategori provinsi tujuan, Sulsel berada di posisi kelima nasional.
Jumlah pemudik yang diprediksi menuju Sulsel mencapai 5,36 juta orang atau sekitar 3,40 persen dari total nasional. Dengan capaian itu, Sulsel tercatat sebagai tujuan mudik terbesar di luar Pulau Jawa.
Dudy menambahkan bahwa faktor cuaca menjadi salah satu aspek yang harus diantisipasi dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini.
“Hal-hal yang menjadi perhatian kami diantaranya cuaca yang perlu menjadi perhatian kita bersama, perlu melakukan mitigasi berkaitan dengan cuaca,” ucap Dudy.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Sulsel Andi Erwin Terwo memastikan pihaknya akan mendirikan posko terpadu di sejumlah titik strategis. Lokasi tersebut termasuk kawasan rawan macet di arah keluar Kota Makassar, seperti Kabupaten Maros dan Kabupaten Gowa.
“Begitu juga titik rawan kemacetan di Maros simpang 3. Kalau mudik seperti ini luar biasa kemacetan bisa beberapa jam disana,” jelas Erwin.














