KabarMakassar.com — Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam secara resmi membuka pelaksanaan Seleksi Computer-Based Test (CBT) Musabaqah Qira’atil Kutub (MQKN) atau membaca dan memahami kitab kuning Nasional ke-VIII Tahun 2025 yang diselenggarakan selama tiga hari mulai hari ini Selasa (17/06).
Kegiatan seleksi ini menjadi gerbang awal menuju penyelenggaraan ajang nasional MQKN ke-VIII yang akan digelar di Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang, Sulawesi Selatan (Sulsel), serta MQK Asia Tenggara yang untuk pertama kalinya akan diselenggarakan.
Persaingan merebut tiket menuju perhelatan Musabaqah Qiraatil Kutub Tingkat Nasional ke-VIII di Pesantren As’adiyah Kabupaten Wajo pada Oktober mendatang juga diikuti sebanyak 519 santri dari jenjang Ula, Wustha, Ulya dan Ma’had Aly dari sekian banyak pesantren yang ada di Sulawesi Selatan (Sulsel).
Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel, Muhammad Yunus., menyampaikan rasa syukur mengingat Sulsel mengukir sejarah akan menjadi tuan rumah pelaksanaan MQKN ke-VIII tingkat Nasional dan Asia Tenggara tahun 2025.
Muhammad Yunus menyampaikan harapan dari Kemenag Sulsel terkhusus Bidang PD. Pontren Kemenag Sulsel, diantaranya agar pelaksanaan seleksi CBT yang berlangsung hingga 19 Juni mendatang bisa berlangsung dengan lancar dan tanpa kendala yang berarti.
Ia berharap santri-santriwati Sulawesi Selatan yang mengikuti seleksi CBT dapat memperoleh hasil terbaik agar mampu bersaing di event MQK Nasional nantinya.
“Dengan hadirnya seleksi CBT sekiranya mampu memberi sebuah nuansa baru dalam kehidupan berpesantren, bahwa diera digital saat ini juga pesantren dapat menampakkan diri dengan segala potensi yang dimilikinya. Digitalisasi dapat diterapkan melalui kegiatan MQKN dan tentunya proses pelaksanaan MQK tingkat Nasional dan Asia Tenggara ini dapat memotivasi santri, tenaga pendidik, Ustadz-ustadzah dan Kyai untuk terus melakukan pembenahan, memaksimalkan proses pembinaan dan pendidikan pada santri kita yang pada akhirnya dapat menjadi tolak ukur untuk terus melakukan pembinaan di masa-masa yang akan datang”, ungkapnya.
Direktur Pesantren, Basnang Said melaporkan bahwa sebanyak 8.773 peserta dari 1.218 lembaga, yang terdiri dari 1.161 pondok pesantren dan 57 Ma’had Aly, telah terdaftar secara resmi dalam seleksi ini dengan rincian 4.636 peserta laki-laki dan 3.988 peserta perempuan.














