KabarMakassar.com — Pare dikenal sebagai sayuran yang mempunyai rasa pahit, tetapi di balik rasa tersebut, tersimpan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.
Sayuran bernama latin Momordica charantia tersebut sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, baik dengan cara direbus, ditumis, maupun diolah menjadi hidangan lainnya.
Walau rasanya kurang disukai sebagian orang, pare tetap diminati karena memiliki khasiat yang sudah dikenal luas, termasuk dalam pengobatan tradisional.
Dalam pengobatan herbal, pare dipercaya dapat membantu mengatasi berbagai penyakit, seperti radang usus besar, batu ginjal, dan diabetes.
Manfaat pare berasal dari kandungan gizinya yang cukup lengkap, termasuk serat, karbohidrat, protein, serta lemak dalam jumlah seimbang.
Selain itu, pare juga mengandung vitamin serta mineral penting, seperti vitamin A, vitamin C, folat, serta zat besi yang dibutuhkan tubuh.
Tidak hanya itu, pare juga merupakan sumber antioksidan yang baik, seperti flavonoid, fenol, dan isoflavon, yang berperan dalam melawan radikal bebas.
Berikut disertakan berbagai manfaat yang dapat diperoleh dari mengonsumsi pare dihimpun dari berbagai sumber, diantaranya adalah:
1. Turunkan kadar kolesterol
Berbagai studi menunjukkan bahwa ekstrak pare memiliki kemampuan untuk menurunkan kadar kolesterol jahat atau LDL dalam tubuh.
Dengan berkurangnya kolesterol jahat, maka risiko penumpukan lemak dalam pembuluh darah pun dapat diminimalkan.
Hal tersebut tentu berdampak positif dalam menurunkan kemungkinan terjadinya penyakit jantung.
Khasiat itu berasal dari kandungan penting dalam pare, seperti serat, kalium, serta antioksidan.
2. Jaga berat badan tetap ideal
Pare termasuk buah yang rendah kalori serta lemak, sehingga cocok dijadikan pilihan bagi yang sedang menjalani program penurunan berat badan.
Kandungan kalorinya yang rendah membuat pare aman untuk dikonsumsi tanpa khawatir menambah berat badan secara berlebihan.
Selain itu, pare juga kaya akan serat yang bermanfaat dalam membantu tubuh merasa kenyang lebih lama.
Efek kenyang tersebut mampu membantu mengurangi keinginan untuk makan secara berlebihan.
Walau begitu, mengonsumsi pare saja tidak cukup untuk menurunkan berat badan secara optimal.
Agar hasilnya maksimal, penting agar tetap menjalani gaya hidup sehat, termasuk rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, dan cukup tidur.
3. Redakan asma dan gangguan pernapasan lainnya
Pare mempunyai sifat alami sebagai antihistamin, anti-inflamasi, dan antivirus yang membantu melindungi tubuh dari gangguan pernapasan ringan, misalnya batuk, flu, dan pilek.
Dalam praktik pengobatan tradisional Tiongkok, jus pare acap kali dimanfaatkan untuk menangani berbagai masalah pernapasan, termasuk batuk kering, bronkitis, hingga asma.
Kandungan aktif dalam pare diyakini dapat meredakan peradangan dan melawan infeksi pada saluran pernapasan.
Oleh sebab itu, mengonsumsi pare bisa menjadi salah satu cara alami untuk mendukung kesehatan sistem pernapasan.
4. Mengatur gula darah
Diabetes umumnya terjadi disebabkan tubuh tidak mampu menyerap gula dari darah secara efektif. Kondisi tersebut disebabkan oleh menurunnya sensitivitas sel terhadap insulin, atau yang dikenal sebagai resistensi insulin.
Akibatnya, penderita diabetes rentan mengalami fluktuasi kadar gula darah yang ekstrem, baik itu terlalu tinggi maupun terlalu rendah.
Walau tidak bisa disembuhkan, penyakit ini masih mampu dikendalikan dengan menjaga kadar gula darah tetap seimbang.
Pare dikenal mempunyai khasiat dalam membantu mengatur kadar gula darah, sehingga sangat bermanfaat bagi penderita diabetes.
Kandungan senyawa aktif dalam pare dapat meningkatkan kemampuan tubuh dalam mengelola glukosa serta mengurangi penyerapan gula dari makanan, membantu menjaga kestabilan gula darah.
5. Tingkatkan sistem imun
Pare memiliki kandungan vitamin C yang berperan penting dalam memperkuat sistem imun tubuh.
Vitamin C dapat membantu merangsang produksi sel darah putih, yang memiliki peran utama dalam pertahanan tubuh.
Sel darah putih tersebut menghasilkan antibodi yang dibutuhkan untuk melawan berbagai jenis infeksi.
Dengan adanya antibodi tersebut, maka tubuh lebih siap menghadapi serangan bakteri, virus, maupun parasit.












