kabarbursa.com
kabarbursa.com

IHSG Melemah 0,56 Persen Dipengaruhi Geopolitik dan Cadangan Devisa

IHSG Melemah 0,56 Persen Dipengaruhi Geopolitik dan Cadangan Devisa
Ilustrasi saham (Dok: KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Kamis (09/04).

Terpantau, indeks mengalami kehilangan sebanyak 40,76 poin atau setara dengan menurun sebesar 0,56 persen ke posisi 7.238 pada pukul 10.01 WITA.

Menurut data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), volume perdagangan mencapai 1,42 miliar saham, nilai transaksi sendiri tembus Rp815 miliar.

Sementara frekuensi yang terjadi ada sebanyak 108.279 kali, saham yang menguat ada 198, saham yang melemah ada 245 dan saham yang berada dalam posisi stagnan ada 230.

BRI Danareksa Sekuritas mengatakan, tensi geopolitik cukup mereda karena adanya kabar gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Hal tersebut menimbulkan sentimen positif di pasar yang juga mendorong penguatan mayoritas bursa Asia dan Eropa.

Tidak hanya itu, selain terjadi lonjakan pada futures Wall Street, harga minyak turut terkoreksi.

Dari sisi domestik, cadangan devisa Indonesia turun menjadi 148,2 miliar dolar AS per Maret 2026 sebagai usaha dalam menjaga stabilisasi rupiah oleh Bank Indonesia (BI).

Tercatat, FTSE Russell mempertahankan status Indonesia sebagai Secondary Emerging Market.

Berikut disertakan rekomendasi saham yang dirangkum oleh sejumlah broker pada hari Kamis (09/04), yaitu:

MNC Sekuritas

-BIPI, BRMS, MBMA dan PANI

CGS International Sekuritas

-TINS, ARCI, ANTM, MDKA, BBCA dan BBNI

BRI Danareksa Sekuritas

-BUVA, RAJA dan OASA

Phintraco Sekuritas

-BBNI, BBCA, UNVR, ISAT dan ASII

Panin Sekuritas

-AADI, ITMG dan PWON

Mirae Asset Sekuritas

-AMRT, ASII dan PANI

BNI Sekuritas

-EMAS, AADI, BREN, BNBR, OASA dan MDKA

Phillip Sekuritas

-BUVA dan ENRG

Disclaimer: Saham-saham yang direkomendasikan di atas mencerminkan potensi tren kenaikan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Meski demikian, investor disarankan untuk tetap mencermati kondisi pasar dan melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi. Berita ini tidak bersifat mengajak untuk membeli produk tertentu.

error: Content is protected !!