KabarMakassar.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Kamis (02/04).
Terpantau, indeks kehilangan sebesar 31,32 poin atau setara dengan menurun 0,44 persen ke posisi 7.153,11.
Menurut data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), tercatat volume perdagangan tembus 999 juta saham dengan nilai transaksi mencapai Rp572 miliar.
Sementara frekuensi yang terjadi ada sebanyak 70.142 kali, dimana saham yang menguat ada 215 saham, saham yang melemah ada 212 dan saham yang stagnan ada sebanyak 214.
BRI Danareksa Sekuritas mengatakan, penguatan saat ini didorong oleh sentimen global. Terutamanya reli Wall Street sejalan dengan meningkatnya optimisme atas konflik yang akan mulai mereda.
Hal itu didorong oleh pernyataan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang mengungkit akan penyelesaian konflik dalam rentang waktu dua sampai dengan minggu kedepan.
Saat ini, IHSG memiliki potensi untuk melanjutkan penguatan dengan support di 7.122-7.150 serta resistance 7.200-7.300.
Lebih lanjut, menurut BRI Danareksa Sekuritas, sentimen global tetap dominan terutamanya pada perkembangan konflik global.
Dari sisi internal sendiri, kebijakan stabilisasi harga energi serta rilis laporan keuangan emiten memiliki potensi untuk menjadi katalis tambahan.
Berikut disertakan rekomendasi saham yang dirangkum oleh sejumlah broker pada hari Kamis (02/04), yaitu:
CGS International Sekuritas
-ARCI, MYOR, JPFA, MDKA, BRMS dan AMMN
Phintraco Sekuritas
-MNCN, HRTA, JPFA, BUVA dan CDIA
Phillip Sekuritas
-MDKA, HRTA dan INDY
MNC Sekuritas
-ARCI, BBYB, DEWA dan INET
Panin Sekuritas
-JPFA dan MDKA
Mirae Asset Sekuritas
-ARCI, BMRI dan BUMI
BRI Danareksa Sekuritas
-DEWA, VKTR dan JPFA
BNI Sekuritas
-EMTK, EMAS, ESSA, MBMA, ADMR dan WIFI
Disclaimer: Saham-saham yang direkomendasikan di atas mencerminkan potensi tren kenaikan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Meski demikian, investor disarankan untuk tetap mencermati kondisi pasar dan melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi. Berita ini tidak bersifat mengajak untuk membeli produk tertentu.














