KabarMakassar.com – Nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat (AS) diproyeksikan mengalami pergerakan yang fluktuatif pada perdagangan Kamis (21/08). Itu setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk memangkas suku bunga.
Dikutip dari data Bloomberg, rupiah ditutup melemah sebanyak 0,16 persen ke level Rp16.271 per dolar AS pada perdagangan Rabu kemarin. Indeks dolar diketahui menguat sebesar 0,05 persen ke posisi 98,32 di saat yang sama.
Mengacu pada Rapat Dewan Gubernur BI selama dua hari, yakni 19 sampai dengan 20 Agustus 2020, Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan jika penurunan suku bunga acuan berdasarkan asesmen proyeksi serta berbagai arah ke depan.
“RDG BI memutuskan untuk menurunkan BI Rate sebesar 25 basis poin jadi 5 persen,” ujarnya pada Rabu (20/08).
Selain itu, penurunan suku bunga turut terjadi pada suku bunga Deposit Facility sebanyak 25 basis poin sehingga dipatok turun 4,25 persen. Begitu pula dengan suku bunga Lending Facility menjadi 25 basis poin turun di level 5,57 persen.
BI memutuskan menurunkan suku bunga acuan sebagai langkah yang sejalan dengan proyeksi inflasi yang tetap rendah pada tahun 2025 dan 2026, yaitu berada dalam kisaran target 2,5±1 persen.
Selain itu, kebijakan ini turut mempertimbangkan kondisi nilai tukar rupiah yang stabil juga kebutuhan untuk mendorong ekonomi nasional agar sesuai dengan kapasitas yang dimiliki perekonomian saat ini.
Dalam prospeknya, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2025 akan berada di kisaran atas titik tengah yakni antara 4,6 persen sampai dengan 5,4 persen (yoy).
BI ke depan akan terus melakukan evaluasi terutamanya dalam hal penurunan suku bunga yang tujuannya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, dengan tetap menjaga kestabilan nilai tukar rupiah serta memastikan inflasi masih dalam kisaran sasaran yang ditetapkan.














