kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

DPRD Nilai BPR Tak Maksimal Karena Minim Modal, Irwan: Butuh Tambahan Dana

DPRD Nilai BPR Tak Maksimal Karena Minim Modal, Irwan: Butuh Tambahan Dana
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Makassar dari Fraksi NasDem, Irwan Jafar, (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Makassar dari Fraksi NasDem, Irwan Jafar, menilai kontribusi dividen Badan Perkreditan Rakyat (BPR) milik pemerintah kota masih jauh dari harapan akibat keterbatasan modal yang dimiliki perusahaan daerah tersebut.

Menurutnya, kondisi keuangan BPR saat ini membuat perusahaan hanya mampu menutupi biaya operasional tanpa memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan daerah.

“Kemarin kit rapat LKPJ ad beberpa hal yang menjadi perhatian salah satunya BPR yang perlu tambahan modal,” ujar Irwan Djafar, Rabu (06/05).

“Modal BPR sekarang sekitar Rp27 miliar. Kalau dihitung dengan asumsi pendapatan 9 sampai 10 persen setahun, hasilnya hanya sekitar Rp2,2 miliar. Itu habis untuk operasional kantor, gaji pegawai, listrik dan kebutuhan lainnya,” tambah Irwan.

Ia mengatakan rendahnya tambahan modal sejak beberapa tahun terakhir membuat kemampuan BPR untuk berkembang menjadi sangat terbatas. Karena itu, ia meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar segera melakukan penyertaan modal baru.

“Sejak beberapa tahun lalu tidak ada lagi penambahan modal. Jadi jangan berharap dividen besar kalau kondisinya seperti ini terus. Harus ada tambahan modal supaya bisa berkembang,” katanya.

Irwan juga meminta direksi BPR membuat komitmen kinerja yang jelas apabila pemerintah menambah penyertaan modal. Menurutnya, tambahan modal harus diikuti target peningkatan dividen dan perbaikan tata kelola perusahaan.

“Kalau sudah ditambah modal, direksi harus siap buat pakta integritas. Harus ada target yang dicapai, supaya kinerjanya bisa diukur,” tegasnya.

Selain persoalan modal, Irwan turut menyoroti kredit macet dan proses penyaluran kredit yang dinilai perlu diperketat agar tidak mengganggu kesehatan keuangan perusahaan daerah tersebut.

Ia berharap rekomendasi Pansus LKPJ terkait penguatan modal BPR dapat segera ditindaklanjuti Pemerintah Kota Makassar demi meningkatkan kontribusi perusahaan daerah terhadap pendapatan asli daerah.

error: Content is protected !!