kabarbursa.com
kabarbursa.com

Viral Video Tak Senonoh Cantumkan Nama Sekolah, Guru di Bone Lapor Polisi

Ancam dan Sebar Video Tak Senonoh Korbanya, Pemuda di Gowa Ditangkap Polisi
Ilustrasi video viral (Dok : Int).

KabarMakassar.com — Viral di sosial media sebuah video tak senonoh yang diduga melibatkan seorang guru di salah satu Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Kabupaten Bone, berinisial IR (30). Korban pun melaporkan akun fake yang menyebarkan video tersebut ke pihak kepolisian.

Dalam video yang beredar luas di sosial media selama 9 detik itu, memperlihatkan aksi tak senonoh dan menyertakan nama sekolah serta foto guru tersebut. Sehingga korban tidak terima dan melaporkan ke pihak yang berwajib.

Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polres Sinjai, IPDA Sudirman saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan terkait konten tak pantas tersebut.

Ia mengatakan bahwa laporan tersebut diajukan oleh seorang guru yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Bone.

Adapun alasan korban melaporkan kasus tersebut di Polres Sinjai, kata Sudirman, sebab saat mengetahui beredarnya video tersebut korban berada di Kabupten Sinjai, sehingga melaporkan di Polres Sinjai.

“Yang pastinya kami sementara melakukan penyelidikan terkait kasus video itu,” pungkasnya.

Sudirman menerangkan bahwa korban melaporkan hal tersebut karena merasa identitasnya disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

“Pelapor ini tidak memastikan dirinya dalam video tersebut, akan tetapi dia keberatan dengan memunculkan nama sekolah tempat dia mengabdi dan fotonya diakhir video itu,” ujar Sudirman kepada wartawan, Jumat (16/05).

Saat ini, kata Sudirman, pihak kepolisian tengah memburu pelaku penyebaran video tak senonoh yang menempatkan nama sekolah dan foto korban yang secara eksplisit ditampilkan di bagian akhir video.

Meski demikian belum ada bukti kuat bahwa orang yang ada dalam video adalah guru tersebut.

Sudirman mengungkapkan video tersebut pertama kali diketahui oleh ipar dari pelapor yang melihatnya beredar di beberapa akun media sosial.

Setelah dikonfirmasi, IR merasa tercemar nama baiknya, terutama karena dirinya merupakan seorang tenaga pendidik dan ASN aktif di lingkungan Kementerian Agama.

“Informasi itulah IR melapor ke Polisi karena menampilkan nama sekolah dan mengikut sertakan nama sekolah dan fotonya ikut terpampang meski video yang beredar itu bukan dirinya,” jelasnya.

error: Content is protected !!