kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Sekolah Rusak, Guru Honorer Semua: Realita Pendidikan di Pelosok Jeneponto

Sekolah Rusak, Guru Honorer Semua: Realita Pendidikan di Pelosok Jeneponto
Potret sejumlah kerusakan bangunan di SD Negeri 27 Tamalatea (Dok : Ist).

KabarMakassar.com — Di balik upaya Pemerintah Kabupaten Jeneponto untuk meningkatkan kualitas pendidikan, ada kenyataan sunyi yang masih jauh dari harapan.

Salah satu potret nyata itu hadir di UPT SD Negeri 27 Tamalatea, Kelurahan Tonrokassi, Kecamatan Tamalatea.

Sekolah dasar ini berdiri sederhana dengan segala keterbatasannya. Sejak tahun 2018, kondisinya tak banyak berubah, bahkan jauh dari kata layak.

Meski semangat belajar tetap menyala, bangunan fisik sekolah menjadi saksi bisu betapa beratnya perjuangan anak-anak pelosok untuk mengenyam pendidikan.

Dari total 71 siswa yang terdaftar, hanya ada tujuh orang guru yang membimbing mereka. Lebih menyedihkan lagi, semua guru tersebut masih berstatus honorer, tanpa satu pun tenaga pendidik berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Keterbatasan jumlah guru dan absennya status kepegawaian menjadi beban tersendiri dalam proses belajar mengajar. Sementara itu, kondisi bangunan sekolah juga memprihatinkan. Sejumlah dinding ruangan kelas sudah retak, tak hanya itu, plafon di sejumlah ruangan juga sudah jebol.

Akibat, sarana dan prasarana yang tidak memadai membuat proses pendidikan berjalan jauh dari kata ideal atau kurang layak pakai.

Kepala UPT SD Negeri 27 Tamalatea, Jaliluddin, mengaku sangat berharap adanya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Jeneponto

“Kami sangat mengharapkan perhatian dari pemerintah. Bagaimanapun metode pembelajaran yang kami terapkan, kalau kondisi sekolah tidak mendukung, maka kemajuan pendidikan sulit tercapai,” ujarnya, Jumat (16/05).

Ia juga menekankan pentingnya kehadiran pemerintah secara langsung di lapangan untuk melihat kondisi dan merespons kebutuhan sekolah-sekolah pelosok seperti yang Ia pimpin.

Sekolah seperti UPT SD Negeri 27 Tamalatea menjadi simbol perjuangan pendidikan di daerah terpencil. Diperlukan langkah cepat dan nyata agar semangat anak-anak Jeneponto untuk menuntut ilmu tidak padam di tengah keterbatasan.

error: Content is protected !!